Kamis, 21 Agustus 2014

Jangan masukkan benda ke mulut saat epilepsi kambuh

Minggu, 1 Juli 2012 18:23 WIB | 3.067 Views
Jakarta (ANTARA News) - Memasukkan benda ke mulut penderita kejang berisiko menutup jalan pernapasan yang bisa mengakibatkan kematian.

"Asumsi yang berkembang di masyarakat memasukkan benda supaya lidah tidak tergigit, padahal  itu berisiko menutup jalan napas. Kalaupun lidah luka, cepat sembuh," kata dr. Fitri Octaviana, SpS dari Divisi Epilepsi Departemen Neurologi FKUI-RSCM saat  ditemui Antara News usai bincang-bincang Sukses Puasa pada Penyandang Epilepsi di RSUP Cipto Mangunkusumo, Minggu.

Ia mengemukakan, untuk mencegah lidah penderita tidak tergigit, baringkan si sakit dalam posisi miring.

Memberi minum dan obat kepada penderita kejang juga dapat menimbulkan sesak napas hingga kematian.

"Air minum masuk ke paru-paru,  yang kita sebut aspirasi. Minuman nggak masuk kerongkongan,  menimbulkan sesak napas, kematian dan infeksi paru.

Fitri menjelaskan penderita yang sedang  tidak sadar berarti  tidak bisa menelan.

Obat penanganan kejang, jelasnya, ada yang dapat diberikan melalui dubur. "Walaupun saat serangan, kita masukkan lewat dubur. Itu tidak masalah, yang kita cegah obat masuk ke paru," katanya.

Bila serangan sudah berhenti dan penderita sepenuhnya sadar, minuman baru boleh diberikan.

"Selama dia sudah bisa diajak berbicara, dipanggil menyahut, boleh dikasih minum," tutupnya.

(nta)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga