Nunukan (ANTARA News) - Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Dr Meutia Hatta memantau wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, Minggu.

"Kedatangan saya ke wilayah perbatasan di Kabupaten Nunukan sama dengan seperti ketika saya berkunjung ke daerah perbatasan, terpencil dan pulau terluar di Indonesia yaitu ingin melihat perkembangan pembangunan karakter bangsa di wilayah itu," katanya.

Dari wilayah-wilayah itu, Meutia Hatta mengaku menemukan berbagai macam karakter masyarakat yang disebutnya kehidupan masyarakat yang heterogen sehingga perlu adanya penerapan pembentukan karakter bangsa yang memiliki kekuatan.

Selama kunjungan itu, pihaknya masih menemukan banyak kekurangan dan kelemahan pada daerah-daerah yang telah dikunjungi.

Terkait dengan kunjungan sejumlah pejabat negara dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kabupaten Nunukan dengan memberikan bantuan dana yang cukup besar namun tidak diwujudkan sampai sekarang, Meutiah Hatta menyatakan masalah bantuan itu mungkin niat baik dari pejabat negara dan BUMN bersangkutan.

"Kalau pun bantuan itu belum direalisasikan, mungkin terkendala dari faktor waktu saja," katanya.

Tanggapannya soal kedatangan pejabat negara yang berkunjung di Kabupaten Nunukan dan tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat perbatasan, dia menegaskan, kedatangannya berbeda dengan pejabat negara lainnya, karena pejabat negara seperti menteri itu memiliki perangkat-perangkat dan fasilitas yang memadai.

Sementara Wantimpres, tidak seperti itu dan kunjungannya ke wilayah-wilayah di Indonesia hanya ingin melihat perkembangan dan kemajuan yang terjadi. Apabila belum berkembang, tentunya ada kendala atau persoalan yang dihadapi dan akan dicarikan solusi yang terbaik.

Wantimpres tugasnya adalah menyampaikan pertimbangan kepada Presiden RI terkait dengan semua temuan pada saat berkunjung ke suatu daerah.

Kabupaten Nunukan yang merupakan wilayah perbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, tetapi fasilitas perbatasan tidak dinikmati atau dirasakan oleh masyarakatnya, Meutia Hatta menyatakan keluhan-keluhan masyarakat perbatasan seperti inilah yang akan disampaikan kepada Presiden RI.

"Hal-hal semacam inilah yang akan saya lihat apabila mengunjungi suatu wilayah atau daerah dan saya akan melaporkannya langsung kepada Presiden RI," katanya.
(ANT)