Selasa, 23 September 2014

17 orang tewas akibat serangan terhadap gereja di Kenya

Senin, 2 Juli 2012 00:38 WIB | 5.412 Views
Nairobi (ANTARA News) - Sedikitnya 17 orang tewas Minggu dalam serangan granat dan penembakan yang dilakukan oleh kelompok orang bertopeng terhadap gereja-gereja di sebuah kota Kenya yang digunakan sebagai pangkalan operasi untuk menyerang gerilyawan Al-Shabaab di Somalia.

Serangan-serangan serentak itu juga mencederai sedikitnya 45 orang di Garissa di wilayah utara Kenya yang diguncang serangkaian ledakan sejak Nairobi mengirim pasukan ke Somalia pada Oktober lalu untuk menumpas gerilyawan yang terkait dengan Al Qaida itu.

"Kami menerima 17 jenazah di kamar mayat," kata petugas medis Abdikadir Sheikh kepada Reuters.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan itu.

Polisi mengatakan, mereka mencurigai serangan itu dilakukan oleh simpatisan Al-Shabaab atau bandit, namun masih terlalu dini untuk memastikannya. Di Somalia, Al-Shabaab menolak berkomentar mengenai serangan tersebut.

Wakil kepala kepolisian daerah itu Philip Ndolo mengatakan Reuters dari Garissa, tujuh penyerang melemparkan granat ke dalam Gereja Katholik dan Gereja Pedalaman Afrika dan kemudian memberondongkan tembakan dengan senapan. Mereka menyerang kedua gereja yang berjarak tiga kilometer itu sekitar pukul 10.15 waktu setempat (pukul 14.15 WIB).

Dua polisi termasuk diantara korban yang tewas dalam serangan-serangan tersebut.

Insiden itu merupakan serangan terakhir terhadap umat Kristen di Kenya setelah dua orang tewas dalam ledakan-ledakan granat pada Maret dan April.

Sedikitya 15 orang tewas dalam serangkaian serangan di Nairobi dan kota pelabuhan Mombasa sejak Kenya mengirim pasukan ke Somalia pada Oktober untuk memerangi gerilyawan garis keras Al-Shabaab.

Nairobi menuduh kelompok militan yang terkait dengan Al Qaida itu bertanggung jawab atas gelombang kekerasan dan penculikan di negara Afrika timur tersebut.

Pada 15 Mei, serangan granat menewaskan seorang wanita dan mencederai beberapa orang di luar sebuah klab malam di kota pesisir Mombasa, tujuan liburan populer bagi penduduk Kenya dan warga asing.

Minggu (29/4), satu orang tewas dan 15 lain cedera ketika sebuah granat dilemparkan ke gereja di Nairobi, dan pemerintah Kenya menuduh gerilyawan Al Shabaab bertanggung jawab atas serangan itu.

Kelompok gerilya Somalia itu mengancam Kenya sejak negara itu mengirim pasukan ke Somalia selatan pada pertengahan Oktober untuk menyerang pangkalan-pangkalan gerilyawan tersebut, yang dituduh melakukan penculikan dan penyerangan di Kenya.

Al-Shabaab membantah tuduhan Kenya bahwa mereka mendalangi sejumlah penculikan warga asing di negara tersebut.

Al-Shabaab balik menuduh pemerintah Kenya menggunakan isu penculikan sebagai alasan untuk melakukan penyerbuan ke Somalia.

Dalam waktu kurang dari sebulan, seorang wanita Inggris dan seorang wanita Prancis diculik dari kawasan wisata pantai Kenya dalam dua insiden terpisah, yang merupakan pukulan besar bagi industri pariwisata di Kenya.

Pada 13 Oktober, dua wanita pekerja bantuan asal Spanyol diculik dari kamp pengungsi Dadaab, Kenya, kamp terbesar di dunia yang menjadi tempat bagi sekitar 460.000 pengungsi yang sebagian besar orang Somalia yang menyelamatkan diri dari kekeringan, kelaparan dan perang.

Penculikan-penculikan itu diyakini dilakukan oleh Al-Shabaab Somalia. Belum ada tuntutan yang diumumkan oleh penculik bagi pembasan para sandera itu.

Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida mengobarkan perang selama beberapa tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah sementara Somalia dukungan PBB yang hanya menguasai sejumlah wilayah di Mogadishu.

(M014)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga