Jakarta (ANTARA News) - Keripik kelapa dengan merek Danielle, produk milik seorang Warga Negara Indonesia yang telah lama bermukim di Boston, memenangkan Sofi Awards 2012 di ajang Fancy Food Show (FFC), pameran makanan tahunan terbesar di Amerika Serikat.

Atase Perdagangan Indonesia di Washington D.C., Ni Made Ayu Marthini, mengungkapkan bahwa produk keripik kelapa Danielle (www.DanielleMarket.com) yang menang dalam kategori snack food tersebut telah masuk ke jaringan ritel high end ternama, seperti Dean & Deluca (www.deandeluca.com).

“Selain keripik kelapa, Danielle juga memproduksi sebelas jenis keripik buah dan sayur rendah lemak,” kata Ni Made Ayu Marthini seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Perdagangan di Jakarta, Senin.

Selain keripik kelapa, produk beras organik ‘volcanic rice’ asal Indonesia yang dijual perusahaan AS, Lotus Foods (www.lotusfood.com), juga masuk sebagai finalis dalam Sofi Awards 2012.

Produk beras organik tersebut bersaing dengan produk berkualitas lainnya dalam kategori USDA Organic Product.

Menanggapi hal ini, Made Marthini menyampaikan bahwa produk makanan dan minuman Indonesia mulai dilihat sebagai produk yang berkualitas tinggi di AS. “Mudah-mudahan hal ini dapat mengangkat citra positif produk Indonesia secara keseluruhan, sehingga minat masyarakat internasional terhadap produk Indonesia juga semakin meningkat.”

Para finalis Sofi Awards dinominasikan oleh panel National Association for the Specialty Food Trade (NASFT) yang terdiri atas perwakilan para peritel, food service professionals dan jurnalis.

Pada Sofi Awards 2012, ditetapkan 35 kategori untuk mendapatkan penghargaan tertinggi dan bergengsi di bidang makanan dan minuman.

Dalam Fancy Food Show ke-58 ini, Indonesia diwakili oleh lima perusahaan makanan dan minuman, yang terdiri dari Cocomas, Garudafood, Indofood, Pacific Republic dan PT Perkebunan Nusantara, serta satu distributor produk makanan dan minuman Indonesia di Los Angles, Takari.

Keikutsertaan Indonesia tersebut dapat terlaksana berkat kerja sama antara Atase Perdagangan Indonesia di Washington D.C., Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago dan ITPC Los Angeles. Pameran FFS 2012 diikuti sekitar 2.250 peserta pameran, 80 negara, 230 perusahaan makanan dan minuman, 180.000 produk dan dihadiri sekitar 21.000 pengunjung.

“Keikutsertaan ini sangat penting bagi Indonesia untuk dapat menembus pasar makanan dan minuman AS yang nilainya mencapai hingga USD 6,1 miliar (data Januari-Maret 2012),” jelas Made Marthini.

Pada periode Januari-Maret 2012, impor AS dari Indonesia untuk produk makanan dan minuman, yang terdiri dari ikan dan seafood, makanan olahan dan kopi, mencapai 328,2 juta dolar AS atau mengalami peningkatan 15,62% dibanding periode yang sama pada 2011, yang nilainya hanya 276,9 juta dolar AS.

“Saat ini, pangsa produk makanan dan minuman Indonesia di pasar domestik AS baru sebesar 5,38%. Tentunya dengan mengikuti FFS 2012, kami berharap ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke AS dapat meningkat signifikan,” tambah Made Marthini.

Beberapa produk Indonesia di FFS yang diminati para pembeli, antara lain santan kemasan, mie kemasan, panganan ringan (kue kering) dan manisan.

Salah satu buyer yang berkunjung ke stan Indonesia berasal dari jaringan retail store Walmart International yang berada di Chile. Walmart Chile tersebut berminat membeli mie dengan memakai label Walmart (private label).

Selain itu, perusahaan parsel terkenal AS (www.1800flowers.com) juga tertarik membeli produk kue kering/biskuit dan permen produksi Garudafood dan Mayora. Rencananya kue kering dan permen tersebut akan dibuat parsel untuk dijual pada saat menjelang hari Natal 2012.

“Yang mengejutkan, produk mi instan merek Indomie ternyata sangat popular di FFS 2011 ini. Indomie banyak dikenal oleh para buyers dan pengunjung (brand recognition),” ujar Atdag Washington D.C., Made Marthini.

Santan kemasan dan kelapa parut kemasan dari Cocomas juga mendapat perhatian tersendiri dari para pembeli dan pengunjung lainnya. Ini disebabkan karena restoran dan makanan etnis yang berasal dari Asia Selatan (India, Bangladesh, Pakistan) dan Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand) semakin popular di AS.

Makanan etnis dari negara-negara tersebut banyak yang berbahan dasar santan, sehingga permintaan akan produk santan juga meningkat di AS. Menurut beberapa buyers, santan produksi Indonesia memiliki kualitas yang lebih baik dari buatan Thailand.

Tren dan permintaan tertinggi untuk produk makanan dan minuman masih didominasi oleh makanan alami dan organik.

“Melihat tren tersebut, kami merasa perlu mendorong agar produk makanan dan minuman Indonesia dapat menonjolkan kandungan bahan-bahan alami yang ada dalam produk mereka. Bahkan perlu juga untuk mendapatkan label “USDA Organic” yang dikeluarkan oleh United States Department of Agriculture (USDA),” imbuh Made Marthini.

Fancy Food Show diselenggarakan pada musim semi kali ini merupakan yang ke-58. Bertempat di Walter E. Washington Convention Center, pameran tersebut digelar selama tiga hari pada 17-19 Juni 2012.

(*)

Pewarta: Suryanto
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2012