Jumat, 19 Desember 2014

DW dituduh terima gratifikasi Rp2,75 miliar

| 1.659 Views
id dhana widyatmika, ditjen pajak, pengadilan tipikor, gratifikasi kepada pegawai ditjen pajak
DW dituduh terima gratifikasi Rp2,75 miliar
Mantan pegawai Ditjen Pajak, Dhana Widyatmika (kiri) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/7). Dhana menjadi terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. (ANTARA/Andika Wahyu)
Jakarta (ANTARA News) - Mantan pegawai Ditjen Pajak, Dhana Widyatmika (DW) dituduh menerima gratifikasi senilai Rp2,75 miliar dari pemeriksaan pajak terhadap dua perusahaan.

"Terdakwa dianggap melakukan beberapa perbuatan yang dipandang sebagai perbuatan kejahatan dengan menerima gratifikasi uang sejumlah Rp2,75 miliar rupiah," kata Jaksa Penuntut Umum Wismantanu pada sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin.

Gratifikasi tersebut menurut JPU diterima DW terkait dengan pemeriksaan pajak pada PT Mutiara Virgo pada periode 11 Januari 2006 hingga 10 Oktober 2007 dari saksi Herly Isdiharsono sebesar Rp3,4 miliar dan digunakan untuk keperluan pribadi DW sebesar Rp2 miliar ditambah Rp750 juta lain dari saksi Ardiansyah.

Herly Isdiharsono adalah mantan pegawai Ditjen Pajak yang juga menjadi anggota Tim Pemeriksa Gabungan di Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Kebon Jeruk untuk pemeriksaan pajak PT Mutiara Virgo yang menimbulkan kerugian negara hingga Rp128,67 miliar dari pajak kurang bayar.

DW tidak melaporkan uang yang diterimanya sebagai PNS pada Ditjen Pajak sehingga dianggap melanggar pasal 12B ayat (1) Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 65 ayat (1) KUHP dengan ganjaran pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama dua puluh tahun.

Sedangkan kasus kedua melibatkan perusahaan PT Kornet Trans Utama yang menjadi objek pajak tim pemeriksa pajak yang diketuai oleh DW saat bertugas di Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Pancoran pada periode 18 November 2005 hingga 24 Februari 2009.

Atas perbuatan tersebut, negara mengalami kerugian senilai Rp967,1 juta ditambah bunga Rp241,6 juta sehingga nilai keseluruhan Rp1,2 miliar.

Perbuatan DW diancam pidana menurut pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus DW juga menyeret empat tersangka lain yaitu Direktur PT Mutiara Virgo Jhonny Basuki, mantan PNS Ditjen Pajak Salman Maghfiroh yang kini Direktur PT Asri Pratama Mandiri, mantan pegawai Ditjen Pajak Herly Isdiharsono yang juga Komisaris PT Mitra Modern Mobilindo serta mantan atasan Dhana di KPP Pancoran, Firman.

Kuasa hukum DW, Lutfie Hakim setelah sidang mengatakan bahwa tuduhan JPU tersebut merupakan pepesan kosong.

"JPU menggoreng pepesan kosong karena ada beberapa hal yang bukan perbuatan terdakwa seperti pemeriksaan di KPP Kebon Jeruk karena terdakwa bekerja di KPP Pancoran, artinya perbuatan itu dilakukan orang lain tapi disalahkan kepada DW," kata Lutfie.
(ANT)

 

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga