Jumat, 19 Desember 2014

"TNI tidak tambah pasukan di Papua"

| 2.462 Views
id kasad, TNI, pasukan TNI, insiden penyerangan, penembakan, kabupaten keerom, papua
Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (FOTO ANTARA/Jessica Helena Wuysang)
Kami masih selidiki...
Magelang (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo mengatakan TNI tidak akan menambah pasukan di daerah perbatasan Papua terkait insiden penembakan Johanes Yanafrom (30), Kepala Kampung Sawi Tami Kabupaten Keerom Papua oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Namun, TNI bekerja sama dengan Polri bersama-sama mencari pelaku dan mencari tahu latar belakang penembakan tersebut," katanya usai menutup pendidikan taruna TK IV di Akademi Militer Magelang, Senin.

Ia mengatakan, tidak ada indikasi insiden penyerangan oleh OPM--yang terjadi kemarin--itu melibatkan pihak asing.

"Tidak ada indikasi ke sana, apalagi hubungan Indonesia dengan Papua Nugini sangat baik," katanya.

Namun, ia mengakui pelaku penembakan tersebut ada yang lari ke daerah perbatasan. Hal itu tidak mengindikasikan keterlibatan pihak asing.

"Kami masih selidiki siapa pelaku dan latar belakang sehingga ada insiden tersebut," katanya.

Ia mengatakan, hal semacam itu hampir terjadi setiap tahun, mereka secara tiba-tiba menyerang dan orangnya selalu berbeda-beda.

Ia menegaskan, TNI tetap tidak akan menambah pasukan di perbatasan dan akan memaksimalkan pasukan yang saat ini ditempatkan di sana.

Johanes Yanafrom (30) merupakan Kepala Kampung Sawi Tami, Kabupaten Keerom, Papua, menjadi korban penembakan OPM, Minggu (1/7). ***1***

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga