Beijing (ANTARA News) - Presiden Kuba Raul Castro akan mengunjungi China pekan ini karena sekutu lama itu berusaha untuk memperdalam hubungan diplomatik mereka, demikian kata Kementerian Luar Negeri China, Senin.

Castro akan bertemu Presiden China Hu Jintao selama empat hari kunjungannya ke Beijing yang dimulai pada Rabu, kata juru bicara Kemlu China, Liu Weimin, dalam jumpa pers.

"Kuba adalah negara besar di Amerika Latin. Ia juga merupakan negara Amerika Latin pertama yang membangun hubungan diplomatik dengan China baru. China telah memberikan perhatian besar dengan kunjungan kenegaraan ke China," kata Liu.

Ia mengatakan kedua pihak akan menandatangani dokumen kerja sama.

Kunjungan itu akan menjadi lawatan pertama Castro ke China sejak ia mengambil alih jabatan kepresidenan Kuba dari saudaranya, Fidel Castro, pada tahun 2008, kata seorang diplomat Kuba yang berkantor di Beijing.

(H-AK)