Kamis, 23 Oktober 2014

Enam karya pelajar Indonesia peroleh penghargaan internasional

| 3.305 Views
id karya invensi, pelajar indonesia, penghargaan internasional
Sudah ada sembilan helm yang saya belah dua untuk membuat kreasi ini dan berhasil menciptakannya."
Tangerang (ANTARA News) - Enam karya invensi pelajar indonesia berhasil memperoleh medali penghargaan dalam kompetisi Internasional Exhibition For Young Inventors (IEYI) di Thailand.

Keenam karya invensi tersebut adalah Water Coated Helmet merupakan karya Linus Nara Pradhana siswa kelas W SMP Petra Surabaya dengan meraih medali emas.

Carbofil Application for Carbon Oxygen Separation in Smoking Room karya Hermawan Maulana dan Zihramma Afdi siswa kelas 2 SMAN 3 Semarang meraih medali emas.

Edges Shoes karya Muhammad Luqman dan Fishal Fuad Rahman siswa SMAN 2 Yogyakarta memperoleh medali perunggu.

Braille Glass karya Nadya Almass Luthfiahardha Arief siswa kelas 6 SD Muhammadiyah Manyar Gresik meraih medali perunggu.

Lalu, dua karya yang memperoleh special award adalah Mini Multi Commander karya Dini Esfandiari dan Shofi Delaila Herdi siswa SMA Semesta Semarang. Dan Jaritmatika Game merupakan karya Nur Chabibur Rohim, Muhammad Asrori serta Risang Yogardi berasal dari SMKN 1 Tengaran.

"Penghargaan ini merupakan kebanggan bagi Indonesia karena mampu bersaing dengan negara lainnya di bidang pendidikan," kata Kepala Biro Kerjasama dan Permasyarakatan IPTEK LIPI, Bogie Soedjatmika ditemui bersama peserta rombongan saat tiba di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Senin.

Dikatakannya, seluruh peserta yang mengikuti ajang tersebut disponsori penuh oleh LIPI selama di Bangkok, Thailand, dan mendapat dukungan sekolah.

Dalam ajang IEYI menampilkan 207 karya invensi para remaja dari sembilan negara yang terbagi dalam lima kategori. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke 12 dan tahun depan dilaksanakan di Malaysia. Sedang di Indonesia akan di selenggarakan pada tahun 2014.

Nara, salah satu peserta mengatakan bila helm ciptaannya mampu mengurangi panas sekitar 21 persen karena bahan yang digunakannya menggunakan plastik bukan busa seperti umumnya.

"Sudah ada sembilan helm yang saya belah dua untuk membuat kreasi ini dan berhasil menciptakannya," katanya.

Karya Nara tersebut, sudah dipatenkan dan saat ini telah ada perusahaan Helm dari Semarang yang akan memproduksinya. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga