Selasa, 29 Juli 2014

Rumah Indonesia meriahkan "World Party" di Wales

Selasa, 3 Juli 2012 03:26 WIB | 4.134 Views
London (ANTARA News) - Para pengunjung `World Party`, yakni festival musim panas di Lacrosse Field - Singleton Park, Swansea, Wales, Inggris Raya, akhir pekan lalu, benar-benar terpukau oleh suguhan bertajuk `Rumah Indonesia`.

ANTARA London melaporkan, Selasa, `Rumah Indonesia` itu menampilkan pojok Dayak dan pojok Betawi dengan seperangkat `furniture` yang dihias serta dimarakkan aneka barang kerajinan maupun batik, sekaligus suguhan tarian tradisional.

"Festival musim panas yang diadakan di kota kecil berpenduduk sekitar 230 ribu jiwa dengan yang terkenal dengan panorama kecantikan pemandangan alamnya itu diorganisir `City Council`," ujar pengurus PPI UK, M Fauzan Adziman.

Kepada ANTARA London, Senin, dikatakannya, acara yang dibuka Walikota Swansea, Lord Mayor Dennis James itu diadakan di kota pesisir pantai Barat Daya Wales, diikuti 10 komunitas berbagai negara, termasuk Indonesia.

Fauzan Adziman menambahkan, mahasiswa `engineering` dari `Zienkiewicz PhD Scholar`, `Swansea University`, UK, masyarakat Indonesia dan Alumni di Wales (MIAW) serta Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Wales, bahu-membahu menghadirkan `stand` pameran bernuansa rumah asli Indonesia, didukung KBRI London.

Dikatakannya lagi, tidak kurang dari 40 orang warga Indonesia di Wales hadir dan turut bekerja sama terlibat dalam mempersiapkan Rumah Indonesia untuk kali pertama di Wales.

Koordinator stand pameran `Rumah Indonesia`, Onny Moore mengatakan, sebagai Orang Indonesia di Wales, ia sangat bangga dan ingin menunjukkan kebudayaan tradisional Nusantara kepada masyarakat sekitar.

Dilaporkan, Stand Indonesia ini berhasil menyedot ratusan pengunjung. Stand tersebut didekorasi mahasiswi seni dan desain, Wulan Baker, didukung koordinator logistik Sisca Dunworth.

Aktivitas di `Rumah Indonesia` juga diramaikan dengan `workshop` untuk anak-anak, seperti menulis batik oleh Nifi Fleet, dan membuat anyaman batik kawung dengan bimbingan Lenny Adziman serta permainan congklak.

Walikota Swansea, Lord Mayor Dennis James, mengakui tim Indonesia telah bekerja keras menyiapkan ini semua. "Luar biasa," ujarnya.

Salah satu pengunjung di stand Indonesia menyampaikan perasaan yang nyaman. Ia menganggap penampilan batik dan lukisannya luar biasa, belum lagi ramahnya orang Indonesia, sangat melekat di hati.

(H-ZG/M036)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga