Minggu, 27 Juli 2014

Seorang tentara Australia tewas di Afghanistan

Selasa, 3 Juli 2012 08:11 WIB | 2.300 Views
Seorang tentara Australia tewas di Afghanistan
Perdana Menteri Australia Julia Gillard (FOTO ANTARA/REUTERS/Lukas Coch)
Sydney (ANTARA News) - Seorang anggota pasukan khusus Australia tewas di Afghanistan, kata Kepala Angkatan Bersenjata David Hurley, Selasa.

Jumlah keseluruhan tentara Australia yang meninggal menjadi 33 orang dalam konflik di negara itu.

Prajurit berusia 40 tahun itu, anggota Resimen Layanan Udara Khusus yang berpangkalan di Perth, ditembak di dadanya pada Senin saat misi dengan pasukan Afghanistan memburu seorang komandan pemberontak, kata Hurley.

Perdana Menteri Julia Gillard mengatakan kematian itu merupakan "pukulan mengerikan".

"Saya tahu rakyat Australia hari ini akan berhenti, akan berhenti sejenak, akan mengenang dan akan menandai sehubungan dengan hilangnya prajurit pemberani ini atas kehormatan akan pelayanan serta pengorbanannya," katanya.

Gillard mengatakan Australia terlibat dalam misi penting di Afghanistan, di mana ia pertama mengerahkan tentara pada akhir 2001.

"Kami pergi ke sana untuk memastikan bahwa Afghanistan tidak akan terus menjadi tempat yang aman bagi teroris," katanya kepada wartawan di Darwin. "Kami akan teruskan misi kami di Afghanistan bahkan saat kita berduka atas kepergiannya."

Prajurit veteran itu sedang dalam dinas ketujuh tugasnya di Afghanistan. Kematiannya adalah yang pertama bagi Australia sejak Oktober.

"Pertama bagi kami pada sekitar tujuh atau delapan bulan, dan selama periode yang lama itu, meskipun orang terus-menerus mengatakan bahwa kita harus menguatkan diri untuk kematian lagi, Anda bisa menidurkan diri Anda ke dalam rasa aman yang palsu," kata Menteri Pertahanan Stephen Smith.

Australia memiliki sekitar 1.550 tentara yang ditempatkan di Afghanistan dengan fokus pada pelatihan dan pemantauan prajurit Angkatan Bersenjata Nasional Afghanistan di Uruzgan.

Gillard mengatakan pada awal tahun ini bahwa Australia akan mulai menarik pasukannya pada tahun 2013, lebih cepat dari yang direncanakan karena mendapatkan keuntungan keamanan yang signifikan.

Tentara asing telah berada di Afghanistan sejak koalisi pimpinan AS menggulingkan rezim Taliban pada akhir 2001 karena melindungi Osama bin Laden setelah serangan 9/11.
(ANT)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga