Rabu, 30 Juli 2014

Wanda Hamidah "terpukau" angkutan umum London

Selasa, 3 Juli 2012 07:32 WIB | 2.507 Views
London (ANTARA News) - Pemerintah Daerah DKI Jakarta perlu banyak belajar dari London dalam memberikan pelayanan publik khususnya transportasi kepada penduduknya dalam memberikan kenyamanan dan juga mengatasi kemacetan lalu lintas.

Hal itu disampaikan anggota DPRD DKI Jakarta Wanda Hamidah yang dikenal vokal dan gigih dalam menyuarakan aspirasi warga Jakarta dalam wawancara dengan ANTARA London, akhir pekan lalu.

Kehadiran Wanda Hamidah di kerajaan Inggris dalam rangka melaksanakan tugasnya sebagai selebriti membawa obor olimpiade yang dilakukannya Minggu lalu atas undangan dari perusahaan Samsung.

Ibu tiga orang anak yang bergabung dengan Partai Amanat Nasional itu usai melaksanakan tugasnya membawa obor olimpiade pada rute 081 di Bradford Road, Huddersfield pun meluangkan waktu untuk mengamati masalah pelayanan publik khususnya transportasi di kota London.

Menurut Wanda, fasilitas bagi penyandang cacat dan orang tua di London sangat baik , sementara di tanah air, seperti Jakarta banyak yang sudah rusak dan diharapkannya pelayanan publik dapat lebih diperhatikan khususnya di Jakarta sebagai ibu kota negara.

Selama beberapa hari di London, Wanda beserta sang putriya berkeliling kota London dengan kendaraan umum seperti kereta api bawah tanah atau yang dikenal dengan underground atau tube dan berkunjung ke berbagai obyek wisata serta stadium sepakbola.

Menurut Wanda Hamidah, London sangat memperhatikan kenyamanan bagi masyarakat penguna pelayanan transportasi umum seperti kereta api bawah tanah dan juga bus yang berwarna merah.

"Saya memperhatikan betapa walikota London sangat memperhatikan kenyaman para penguna transportasi umum," ujar wanita yang sudah aktif di politik sejak usia muda.

Menurut Wanda, sebenarnya Jakarta juga sudah memiliki rencana induk atau blue print untuk angkutan umum. Hanya saja belum ada pemimpin DKI yang bisa menyelesaikan.

"Bukan masalah bisa atau tidak tetapi masalahnya mau atau tidak," ujar Wanda.

Dia  mengatakan selama ini DKI Jakarta dimanjakan oleh pajak kendaraan yang cukup besar yang membuat Pemda malas untuk melakukan perombakan dalam hal mengatasi pelayanan transportasi dan pelayanan publik khususnya dalam mengatasi kemacetan.

Wanda juga sangat tertarik dengan "system congestion charge" , pajak biaya kemacetan yang diberlakukan di London sejak 2003, bagi penguna kendaraan yang memasuki kota London.
(H-ZG)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga