Malang (ANTARA News) - Pelatih Arema Indonesia Suharno menyatakan tim asuhannya saat ini masih belum aman dari ancaman "play off", bahkan terancam terdegradasi dari kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim depan.

"Ancaman yang paling nyata bagi Arema adalah masuk zona play off. Hal itu bisa terjadi jika beberapa tim di bawahnya mampu meraih poin sempurna dalam sisa pertandingannya," katanya di Malang, Selasa.

Menurut dia, harapan satu-satunya bagi Arema untuk bisa lolos dari jerat play off itu adalah menang dari Persela. Jika gagal, maka nasib Singo Edan tergantung dari tim lain.

Berdasarkan hitung-hitungan, ada enam klub yang bakal bersaing ketat untuk memperebutkan posisi aman dari jerat play off, yakni Arema Indonesia, PSPS, Persisam Samarinda, PSMS, Persiram Raja Ampat, dan Persegres Gresik.

Hanya saja, lanjutnya, tim lain rata-rata masih menyisakan dua kali laga sebelum menutup kompetisi LSI 2011-2012, sedangkan Arema hanya menyisakan satu laga dan akan bertanding di luar kandang, yakni dijamu Persela Lamongan (11/7).

Saat ini Arema masih bertengger di posisi ke-11 dengan mengemas 38 poin dari 33 kali bertanding. Seharusnya, posisi Arema sudah aman jika laga kandang menjamu Persegres (30/6) menang, namun ternyata gagal menyapu bersih laga kandangnya dan hanya mampu menyumbang satu poin.

Lebih lanjut Suharno menegaskan, dirinya masih tetap optimistis bakal mampu mencuri poin dari Persela. Minimal satu poin untuk mengamankan posisi Singo Edan untuk tidak terjerembab di zona play off.

"Kami pasti akan berupaya maksimal dengan berbagai upaya termasuk mencari komposisi pemain, teknik dan strategi terbaik untuk menghadapi Persela, sebab tidak mudah bisa mencuri poin dari kandang Persela," tegasnya.

Selain mengubah strategi dan taktik, katanya, barisan gelandang Persela wajib diwaspadai oleh anak asuhnya terutama Jimmy Suparno, Irsyad Aras dan Gustavo Lopez. Agresifitas ketiga pemain tersebut yang menyokong kekuatan Persela.

"Kolektivitas ketiga pemain inilah yang memanjakan Mario Cortez di lini depan, bahkan sangat membahayakan gawang lawannya," kata Suharno.
(ANT)