Jakarta (ANTARA News) - Beberapa saham sektor pertambangan berpotensi masih akan melanjutkan penguatannya pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa.

Analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro dalam risetnya di Jakarta, mengatakan penguatan ini didorong naiknya harga metal dan harga batu bara Newcastle Coal Index (NEWC) yang berhasil "rebound" 4,4 persen pada pekan lalu setelah melemah selama 11 pekan berturut-turut.

"Ini membuat beberapa saham sektor tambang akan terus melaju," katanya.

Seiring dengan kondisi ini, untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), lanjutnya, turut dibuka menguat dengan memfaktorkan sentimen positif dari penguatan bursa regional.

Pada pembukaan perdagangan Selasa, IHSG naik 15,35 poin (0,38 persen) ke level 4.006,89, sedangkan indeks saham unggulan LQ45 menguat 3,89 poin (0,57 persen) ke level 687,01.

Untuk bursa global, bursa Amerika Serikat ditutup "mixed" dengan kecenderungan menguat tipis meski pada awal perdagangan dibuka melemah sekitar 0,6 persen memfaktorkan rilis data indeks manufaktur AS pada Juni 2012 yang secara mengejutkan turun ke level 49.7, terendah sejak Juni 2009.

Namun, sentimen di bursa AS membaik seiring rencana merger dan akuisisi beberapa emiten.

Untuk bursa Asia dibuka menguat seiring ekspektasi Bank Sentral Eropa (ECB) dan AS akan mengambil langkah stimulus moneter setelah sektor manufaktur mulai memperlihatkan perlambatan.

"Pasar mengekspektasikan ECB akan menurunkan suku bunganya menjadi 0,75 persen pada akhir pekan ini," katanya.
(IAZ/SSB/A023)