Sabtu, 1 November 2014

Pemkab Bangka barat: biasakan konsumsi pangan lokal

| 2.150 Views
id makanan pengganti nasi, pemkab bangka barat, bahan pangan lokal, bahan pangan pengganti nasi, beras aruk, singkong
Pemkab Bangka barat: biasakan konsumsi pangan lokal
Petani memanen singkong di ladangnya. Salah satu bahan makanan alternatif pengganti nasi. (FOTO ANTARA/Iggoy el Fitra)
Untuk mengganti nasi sebagai makanan pokok masyarakat bukan hal mudah, perlu waktu lama
Muntok, Bangka Barat (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, meminta warga setempat membiasakan mengonsumsi bahan pangan lokal dalam upaya menciptakan ketahanan pangan.

"Sebagai contoh warga Kecamatan Tempilang sejak lama mengonsumsi beras aruk pada saat-saat tertentu sebagai alternatif pengganti nasi, ini sangat baik untuk dipopulerkan ke masyarakat," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Barat, Suhadi, di Muntok, Selasa.

Ia menjelaskan, beras aruk merupakan makanan tradisi turun temurun yang perlu digiatkan kembali. Beras aruk terbuat dari singkong yang dihaluskan kemudian direndam, disaring hingga menjadi butiran seperti beras dengan proses seperti memasak nasi.

"Untuk mengganti nasi sebagai makanan pokok masyarakat bukan hal mudah, perlu waktu lama untuk mengubah kebiasaan mengonsumsi tersebut," kata dia.

Suhadi menambahkan, pihaknya akan terus menggalakkan budaya mengonsumsi beras aruk dan pangan lokal lainnya seperti jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan dan alternatif pangan lokal lain.

Menurut dia, untuk mengganti kebiasaan makan nasi ke pangan lokal akan banyak menemui kendala karena sangat sulit untuk membuat masyarakat mengubah total pola makan, namun jika diterapkan pada hari-hari tertentu saja misalnya satu hari, kemungkinan masih bisa.

"Sementara ini, kami akan terusmeningkatkan luas lahan tanaman alternatif sebagai persiapan penyediaan pangan lokal dan untuk memenuhi kebutuhan industri olahan lain, sekaligus dalam upaya mengurangi ketergatungan konsumsi beras," kata dia.
(DSD/F002)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga