Kamis, 23 Oktober 2014

25.525 warga Kota Tasikmalaya pengangguran

| 4.735 Views
id job fair, bursa kerja, penganguran tasikmalaya,
25.525 warga Kota Tasikmalaya pengangguran
Gambaran antrean Bursa Kerja Ribuan calon pelamar mengantre untuk masuk ke bursa kerja JobsDB.com Career Expo 2012 di halaman parkir pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta, Rabu (15/2). Menurut laporan penelitian awal tahun 2012 Kementerian PPN/Bappenas, tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan dari 7,14 persen menjadi 6,56 persen, namun tingkat pengangguran terdidik masih di atas 5 persen. (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)
... kebanyakan mencari kerja di pedesaan karena tidak memiliki pendidikan formal sehingga tidak percaya diri...
Tasikmalaya, Jawa Barat (ANTARA News) - Data di Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, sebanyak 25.525 warga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tidak memiliki pekerjaan atau pengangguran.

"Di Jawa Barat 1,9 juta orang lebih penganggur dan di Kota Tasikmalaya menurut BPS sebanyak 25.525 orang," kata Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Provinsi Jawa Barat, Hening Widiatmoko saat menghadiri job fair dan pelatihan kilat gratis di lapangan Bank Mandiri, Jalan Otista, Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa.

Jumlah pengangguran tersebut, kata Hening, kebanyakan mencari kerja di pedesaan karena tidak memiliki pendidikan formal sehingga tidak percaya diri.

Dalam job fair tersebut 5.289 lowongan pkebanyakan mencari kerja di pedesaan karena tidak memiliki pendidikan formal sehingga tidak percaya diri.ekerjaan terbagi untuk luar negeri 900 lowongan dan dalam negeri 4.389 lowongan dengan melibatkan 50 perusahaan.

Selanjutnya, tersedia kegiatan pelatihan gratis bagi 1.300 orang pengangguran untuk mengikuti 12 jenis keterampilan sebagai bekal untuk membuka usaha mandiri.

Ia berharap penyelenggaraan bursa kerja dapat memberikan peluang sebesar-besarnya bagi masyarakat pencari kerja untuk mendapatkan akses kemudahan informasi lowongan pekerjaan.

Setelah dilaksanakan kegiatan job fair, dia berharap dapat secepatnya mengubah status masyarakat pengangguran menjadi pekerja di perusahaan maupun berwirausaha dengan menjual keterampilan.

"Kami berharap secepatnya dengan akses job fair bisa mengubah status penganggur menjadi bekerja, melalui pelatihan kilat gratis bisa memberikan pelatihan bagi ibu-ibu rumah tangga menjadi produktif," katanya.

(KR-FPM/S023)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga