Sabtu, 25 Oktober 2014

Portugal lestarikan si tua, kembangkan yang modern

| 8.103 Views
id ekonomi portugal, pariwisata portugal, kunjungan portugal,Presiden Portugal, Presiden Anibal Anthonio Cavaco Silva
Itulah kenapa VW membuka pabrik di Portugal"
Jakarta (ANTARA News) - Portugal mungkin bisa menjadi teladan untuk Indonesia mengenai bagaimana peninggalan sejarah dan warisan budaya dipelihara, dikelola dan dilestarikan.

Portugal tak akan meninggalkan bangunan-bangunan tua bahkan menyayanginya dengan mengenalkannya kepada dunia bahwa mereka sungguh menawan. Tapi negara ini tak lupa juga mengembangkan diri menyongsong era modern.

Sebut saja benda dan bangunan tua nan bersejarah di kota Evora yang dipilih UNESCO sebagai kota warisan dunia yang sudah berumur ratusan tahun lalu. Di sini, gereja-gereja kuno termasuk kapel tulang yang dikenal dengan Chapel of Bones yang dinding dan tiangnyanya terbuat dari sekitar 5.000 tulang dan tengkorak manusia, terawat dengan baik.

Tulang dan tengkorak manusia ini menggambarkan masa peralihan manusia dari alam dunia ke alam akhirat.

"Maksud pembuatan dinding dengan tulang belulang itu juga untuk mengingatkan pengunjung (manusia) bahwa hidup itu singkat," kata pemandu wisata Evora, Libanio Murteira Reis.

Sebelum masuk kapel, pengunjung akan mendapati tulisan "We Bones That Are Here, For Your Bones We Wait". Artinya, "Kami tulang-belulang di sini menunggu tulang belulang Anda".

Kapel Tulang adalah bagian dari Gereja Kerajaan St. Francis dan dibangun biarawan pada akhir abad 16.

Kota warisan dunia itu juga memiliki salah satu universitas tertua di Portugal yang dibangun pada abad 16, Universitas Evora. Ruang-ruang kelasnya masih asli seperti pertama kali dibangun, sementara dindingnya dihiasi lukisan berkisahkan sejarah kota Evora.

"Untuk mempelajari sejarah Evora, mahasiswa tidak perlu buku pelajaran. Dosen akan menerangkan sejarah yang terlukis di dinding-dinding ruang kelas yang menceritakan sejarah Portugal, khususnya Evora," kata Libanio.

Lisabon

Portugal juga bangga pada ibukotanya, Lisabon, di mana peninggalan-peninggalan warisan masa lalu dijaga sebagai objek wisata menarik sehingga mendatangkan rata-rata 12 juta wisatawan asing ke negara itu setiap tahun.

"Sekitar 12 juta wisatawan asing datang ke Portugal setiap tahun dan menargetkan 15 juta pelancong mancanagara datang ke Portugal setiap tahun mulai 2015," kata Isabel de Almeida dari Kantor Pariwisata Portugal baru-baru ini.

Walaupun pernah diluluhlantakan oleh gempa bumi berkekutan 9 Skala Richter dan tsunami, Lisabon bangga pada peninggalan-peninggalan masa lalu seperti bangunan tua, alat transportasi kuno dan musik tradisional, kata Isabel.

Di kota tua Lisabon, wisatawan domestik dan asing diajak menyusuri jalan-jalan yang dipenuhi bangunan-bangunan kuno dan trem-trem tua untuk pelancong yang sesekali singgah di kedai-kedai kopi atau restoran yang menyuguhkan musik tradisional Portugal fado, semacam keroncong di Indonesia.

Bila wisatawan ingin mencapai puncak kota Lisabon, Miradouro de Sao Pedro de Alcantra, trem-trem tua ini bisa mengantarkan mereka, sekaligus dapat menikmati pemandangan kota terluas Portugal yang sejuk dan bersuhukan 20 derajat Celcius itu.

"Masyarakatnya sangat ramah menyambut orang yang datang ke Portugal sehingga sekitar 14 juta wisatawan asing setiap tahun datang ke negara ini," kata Presiden Portugal Anibal Anthonio Cavaco Silva tentang Portugal dan rakyatnya, dalam wawancara dengan Antara baru-baru ini.

22 Mei lalu, Presiden Anibal mengunjungi Indonesia, sementara pemimpin Indonesia pertama yang mengunjungi Spanyol adalah Soekarno pada 1962.  Saat itu Soekarno menghadiahkan sebilah keris untuk Portugal yang hingga kini tersimpan di museum kepresidenan Portugal.

Anggur Cartuxa

Negara yang pernah mengkolonisasi sebagian daerah di Indonesia pada abad 16 itu juga bangga sebagai produsen minuman anggur yang diproduksi kilang anggur Cartux yang dibangun pada abad 19. Pabrik ini dimiliki sebuah yayasan swasta bernama Eugenio de Almeida Foundation.

Yayasan ini membuat minuman anggur dengan rasa khas melalui proses berteknologikan modern dan menjadi salah satu terbaik di Portugal.

Sejak 2010, Cartuxa terbuka untuk didatangi pengunjung yang ingin mengetahui lebih jauh proses pembuatan dan penyimpanan minuman yang terbuat dari sekitar 40 jenis buah anggur.

Pengunjung juga diminta mencicipi beberapa jenis anggur yang diproduksi Cartuxa, seperti anggur merah, anggur putih dan anggur hitam dengan rasa eksotik serta aroma khas.

Anggur Cartuxa ini diekspor ke beberapa negara termasuk Brazil, Belgia, Macao dan Mozambik.

Krisis keuangan di Eropa tidak membuat Portugal patah arang, sebaliknyua terus berupaya mengembangkan potensinya ke beberapa negara di luar Eropa termasuk Indonesia yang dilihat sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi stabil dan pontensi pasar besar.

Untuk itu, President Portugal Anibal Anthonio Cavaco Silva dan rombongan pengusaha berbagai bidang mengunjungi Indonesia pada 22 Mei 2012 dalam upaya memperkenalkan potensi negara tersebut dan menjajagi kemungkian pengembangan hubungan ekonomi bilateral.

Otomotif

Portugal kini juga tengah mengembangkan industri berteknologi tinggi dan modern seperti industri kertas, pesawat terbang dan otomotif.

Portugal juga memiliki perusahaan kertas yang merupakan salah satu terbesar di dunia, yaitu Portucel.  Perusahaan antara lain memproduksi kertas foto kopi, kertas untuk keperluan kantor, buku dan tisu, kata Direktur Komunikasi Perusahaan Portucel Ana Nery kepada ANTARA baru-baru ini.

Portucel yang bekerja 24 jam sehari ini memproduksi 80 ton kertas per jam, sedangkan produknya diekspor ke lima benua dengan pasar utama Jerman.

Ana mengatakan, Portucel mempekerjakan 350 karwayan dengan robot-robot dan mesin-mesin pengolah kertas terbesar di dunia.

Dengan melakukan penelitian yang cermat untuk menghasilkan kwalitas terbaik, Portucel membuat kertas berbahan dasar kayu ekaliptus yang diambil dari hutan milik perusahaan tersebut.

Portugal juga mengembangkan industri otomotif yang berpusat di Autoeuropa, yaitu pusat perakitan mobil di kota Palmela. Salah satu investor otomotif yang menanamkan investasinya di Portugal adalah perusahaan otomotif Jerman, Volkswagen.

Menurut Manager Humas Volkswagen Autoeuropa, Carmo Jardim, perusahaan ini memproduksi 625 unit kendaraan per hari yang 99 persennya diekspor ke Jerman (29,4 persen), China (20,2 persen), Inggris (6,6 persen), Austria (6,6 persen), Perancis (5,4 persen), Spanyol (3,3 persen) dan Jepang (2,9 persen).

Dia menjelaskan, saat Presiden Anibal masih menjabat perdana menteri Portugal pada 1991, pemerintah menyuntikkan insentif kepada investor dan mengembangkan infrastruktur guna menarik pengusaha asing menanamkan modalnya di Portugal.

"Itulah kenapa VW membuka pabrik di Portugal yang juga memiliki masyarakat yang ramah," katanya.

Ingin memitrai Indonesia

Di Portugal, Volkswagen Autoeuropa mempekerjakan 3.000 lebih karyawan dan memproduksiVW Sharan, Seat Alhambra, VW Eos dan VW Scirocco.

Portugal juga memiliki industri perawatan, perakitan dan modifikasi pesawat terbang yang dinamai OGMA.

"Pelanggan utama OGMA antara lain Angkatan Udara Prancis, Angkatan Udara Spanyol, Angkatan Udara Tunisia dan Angkatan Udara Portugal sendiri," kata Kepala Bidang Urusan Pemerintah OGMA, Saul Dias Pascoal.

Di samping memberi pelayanan untuk pesawat militer seperti Hercules, F-16, alpha jet dan helikopter, OGMA juga melayani perawatan, perakitan dan modifikasi pesawat terbang komersial jenis jet dan airbus, kata Pascoal.

OGMA juga menjadi pusat perawatan resmi industri pesawat udara terkemuka dunia seperti Rolls-Royce dan Embraer.

Untuk mendukung proses produksi, OGMA menempati wilayah seluas 400.000 meter persegi dengan 10 hanggar, facilitas manufaktur modern, divisi pemeliharaan mesin yang luas, landas pacu sepanjang 3.000 meter dan menara kontrol yang bekerja 24 jam.

Dia menjelaskan OGMA juga ingin menjalin kemitraan dengan industri manufaktur pesawat udara dan TNI Angkatan Udara Indonesia terutama untuk bidang perawatan, perakitan dan modifikasi pesawat.

Untuk maksud tersebut, perwakilan OGMA ikut rombongan presiden Portugal 22 Mei itu demi memperkenalkan potensi Portugal, termasuk kemampuan perawatan, perakitan dan modifikasi pesawat udara serta menjajagi kerjasama dengan perusahaan industri pesawat terbang di Indonesia.

(B005/Z003)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga