Jumat, 1 Agustus 2014

Kepatuhan anggota bursa meningkat

Rabu, 4 Juli 2012 15:58 WIB | 1.695 Views
Kepatuhan anggota bursa meningkat
Sejumlah petugas mengamati perdagangan bursa saham di Global Markets, Jakarta, Senin (21/2). (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)
Jakarta (ANTARA News) - Bursa Efek Indonesia menilai kepatuhan perusahaan efek Anggota Bursa (AB) mengalami peningkatan seiring dengan pembangunan sistem pengawasan transaksi nasabah.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo, di Jakarta Rabu mengatakan, secara umum dari hasil audit sementara, kepatuhannya mengalami peningkatan.

"Pihak Bursa terus melakukan audit sistem pengawasan transaksi nasabah yang dimiliki oleh anggota bursa," kata dia.

Ia mengemukakan, akhir Juli 2012 diperkirakan hasil audit terhadap sistem pengawasan transaksi nasabah dapat diselesaikan. Hasil audit yang dilakukan otoritas bursa belum dapat diselesaikan karena adanya penundaan penerapan pemisahan rekening dana nasabah Februari lalu.

"Februari lalu kami bersama anggota bursa tengah fokus pada penyelesaian integrasi sistem di pasar modal, sehingga audit pengawasan transaksi nasabah sedikit tertunda. Akan tetapi kami targetkan hasil audit selesai akhir bulan ini," ujar Uriep.

Ia mengatakan, audit sistem pengawasan transaksi nasabah dilakukan BEI minimal satu tahun sekali bersamaan dengan audit penggunaan fasilitas margin yang dimiliki oleh sekitar 69 anggota bursa.

Berdasarkan data BEI, sebanyak 114 anggota bursa yang aktif bertransaksi di pasar modal Indonesia dari 120 AB, sebanyak 60 anggota bursa telah memiliki dan mengimplementasikan sistem pengawasan transaksi nasabah sejak awal 2012.

Adapun sebanyak 35 anggota bursa sudah mulai mengimplementasikan sejak Juli 2011 lalu dan sisanya sebanyak 25 perusahaan efek masih melakukan pembicaraan dengan vendor atau tengah dalam tahap pembuatan sistem pengawasan transaksi nasabah.

Dengan adanya sistem pengawasan transaksi nasabah, diharapkan Bursa, jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh investor, khususnya aksi pembentukan harga semu dapat diminimalisir karena BEI dapat mengawasi transaksi hingga ke level identitas tunggal investor (single investor identification).

(KR-ZMF)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga