Minggu, 24 Agustus 2014

Kematian ibu terkait dengan kesejahteraan negara

Rabu, 4 Juli 2012 16:39 WIB | 2.322 Views
Kematian ibu terkait dengan kesejahteraan negara
Ibu hamil (FOTO ANTARA/Eric Ireng)
Jakarta (ANTARA News) - Kematian yang terjadi pada ibu hamil dan setelah melahirkan tidak hanya merupakan masalah perempuan semata, namun juga terkait pada kesejahteraan negara.

Hal tersebut disampaikan pakar kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dr. Endang L. Achadi MPH., Dr.PH dalam sebuah diskusi bersama media di kantor UNFPA, Jakarta, baru-baru ini. 

"Kematian ibu pada saat hamil dan setelah melahirkan, dapat menjadi indikator masyarakat di suatu negara belum mencapai kesejahteraan," ujar Endang.

Angka kematian ibu di Indonesia mencapai lebih dari 200 kasus, dianggap cukup sebagai indikator kurangnya kesejahteraan pada masyarakat Indonesia. Pendarahan, infeksi, pre-eklamsia, dan aborsi adalah empat penyebab untama kematian ibu.

"Namun penyebab secara tidak langsung seperti akibat penyakit lain dan tidak kompetennya tenaga medis, merupakan hal yang seharusnya dapat diatasi oleh negara yang sudah sejahtera," ujar Endang yang menambahkan bahwa fasilitas dan peralatan medis yang saat ini tersedia seharusnya dapat membantu menekan angka kematian ibu.

Endang juga menambahkan bahwa 200 dari 100 ribu perempuan dari kelompok kaya, mengalami kematian pada saat hamil atau setelah melahirkan.

"Sementara dari kelompok miskin jumlahnya mencapai 2,5 kali lipat dari jumlah kelompok kaya, dan penyebab utama kematian ibu dari kelompok miskin adalah rendahnya kualitas pelayanan tenaga medis," kata Endang.

Pada kesempatan yang sama, National Program Officer UNFPA untuk Kesehatan Reproduktif, Melania Hidayat, menyatakan bahwa kematian ibu seharusnya tidak boleh terjadi.

"Ini adalah kejadian alamiah yang seharusnya tidak menyebabkan ibu meninggal," ujar Melania.
(M048)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga