Bandarlampung (ANTARA News) - Menteri Negara Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta mengatakan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) harus sesuai dengan amanah konstitusi untuk memajukan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

"Iptek yang dikembangkan harus berdampak positif bagi kehidupan manusia, baik dalam peningkatan ilmu teknologi yang lebih maju maupun yang dibutuhkan dalam kemajuan ekonomi," kata Gusti pada acara ceramah umum Muktamar XII Nasyiatul Aisyiyah di Islamic Center, Rajabasa, di Bandarlampung, Rabu.

Menristek Gusti Muhammad Hatta dalam seminar itu membawakan tema "Pemanfaatan Iptek Berbasis Nilai Bagi Kesejahteraan".

Dia mengatakan, pemanfaatan Iptek itu merupakan amanah dari konstitusi sehingga tidak bisa ditafsirkan sebagai pilihan antara mengembangkan teknologi maju atau mensejahterakan rakyat.

"Ini sudah menjadi kewajiban kita semua, untuk membangun negara ini," katanya.

Dengan bergitu, ia mengungkapkan, akan sangat keliru jika kemajuan pembangunan Iptek, hanya diukur berdasarkan tingkat kemajuan teknologi yang mampu dikuasai dan tidak memberikan kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.

Ia menyebutkan, pilihan untuk pengembangan teknologi sederhana, menengah, atau maju hendaknya didasarkan pada realita kebutuhan dan persoalan nyata yang dihadapi bangsa dan negara.

Dengan demikian, ungkapnya, maka teknologi yang dihasilkan akan berpeluang untuk digunakan baik dalam kegiatan ekonomi maupun dalam kepentingan negara.

Sehingga lanjutnya, amanah konstitusi untuk memajukan ekonomi melalui teknologi dengan tujuan kesejahtraan bagi rakyat akan terwujud.

"Dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih akan sangat mudah melihat bahwa amanah konstitusi dalam perkembangan Iptek dapat tertata dengan baik," kata dia.

Ia menambahkan, karena ilmu sangat bermanfaat jika digunakan dengan baik.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin membuka Muktamar XII Nasyiatul Aisyiyah di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, di Bandar Lampung.

Muktamar XII Nasyiyatul Aisyiyah tahun ini mengusung tema "Penguatan Peran Kader Nasyiyatul Aisyiyah dalam Aksi Advokasi Menuju Terwujudnya Kualitas Hidup Perempuan dan Anak".

Hasil muktamar itu juga diharapkan dapat menjadi ajang konsolidasi Nasyiyatul Aisyiyah untuk meneruskan semangat dan aksi nyata dalam mengatasi permasalahan sosial khususnya perempuan dan anak, yang relevan dengan nilai-nilai agama.

Termasuk didalamnya permasalahan ekonomi yang ditunjang oleh pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

(RB*A054)