Rabu, 17 September 2014

BMKG bantah asap Sumatra sampai ke Thailand

Rabu, 4 Juli 2012 18:46 WIB | 6.553 Views
BMKG bantah asap Sumatra sampai ke Thailand
Kabut asap terlihat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Rabu, (27/6). Kabut asap yang berasal dari sisa kebakaran lahan itu selain mengganggu aktivitas, juga dapat mengganggu kesehatan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat kebakaran hutan/lahan pada bulan Juni 2012 mencapai 227 titik api di Provinsi Riau. (FOTO ANTARA/Fachrozi Amri)
Pekanbaru (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru membantah laporan yang menyebut bahwa asap kebakaran hutan dan lahan di daratan Sumatera telah mencapai wilayah negara tetangga, khususnya Thailand.

"Titik api sebelumnya pada Selasa (3/7) lalu terpantau nihil. Sementara hari ini hanya ada satu titik api di Sumatra yang berlokasi di Riau," kata analis BMKG Stasiun Pekanbaru Yudhistira Mawadah kepada ANTARA di Pekanbaru, Rabu sore.

Yudhis menjelaskan, selain titik api yang terpantau minim oleh Satelit NOAA-18, arah pergerakan angin juga cenderung dari Tenggara hingga Barat Daya yang artinya, untuk menembus Thailand, tentu harus melampaui beberapa negara lainnya terlebih dahulu, seperti Malaysia dan Singapura.

"Jadi sangat tidak mungkin asap Sumatra sampai ke Thailand," katanya.

Dia menjelaskan, kabut yang menyelimuti daratan dan perairan Thailand belum tentu juga merupakan kabut asap dampak dari kebakaran hutan atau lahan.

"Bisa jadi itu adalah kabut embun atau fox yang kerap terjadi ketika adanya mengendapan awan di udara," katanya.

Selain titik api di Tanah Air khususnya Sumatra yang minim, demikian Yudhis, Satelit NOAA-18 juga hanya mendeteksi sekitar tiga titik api di daratan Thailand.

"Namun untuk memastikannya membutuhkan analisa mendalam," katanya.

Yudhis kembali menjelaskan, untuk Sumatra hari ini hingga beberapa hari kedepan masih berpeluang dilanda hujan ringan-sedang.

"Ini artinya titik api bisa terus diminimalisasi. Kalau pun ada, jumlahnya tidak akan mencapai ratusan hingga menyebabkan kemunculan kabut asap," katanya.

Sebelumnya berdasarkan laporan pemerintah Thailand, disebutkan bahwa jumlah titik api atau `hotspot` di Sumatera sempat mencapai 107 hingga 202 titik.

Laporan tersebut juga mengindikasikan, kuatnya tiupan angin menuju barat daya adalah faktor yang menyebabkan asap dari Sumatera menembus ke Laut Andaman dan daratan Thailand.

(KR-FZR)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga