Kamis, 18 Desember 2014

Ada bocah peminum "obat" nyamuk di Garut

| 6.602 Views
id bocah minum obat nyamuk, obat nyamuk, bocah garut,
... Nurul Huda (4), biasa menelan "obat" nyamuk!...
Garut, Jawa Barat (ANTARA News) - Bocah ini sehat-sehat saja kelihatannya, padahal dia punya kebiasaan aneh dan bisa membahayakan jiwa bagi kebanyakan orang. Nama bocah warga Kampung Pasirmuncang, Garut, Jawa Barat, itu Nurul Huda (4), biasa menelan "obat" nyamuk!

Lebih membuat orang bergidik adalah, Huda juga biasa memakan sabun, minum air aki, dan minyak tanah. Bocah dari Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, itu bahkan jadi lemas-lemas kalau tidak "menyantap" jenis-jenis "makanan" beracun dan berbahaya itu.

Cuma namanya saja "obat" nyamuk, karena sejatinya cairan atau benda padat itu justru racun (untuk membunuh) nyamuk. Jangan tanya lagi kandungan aktif racun-racun di dalam "obat" itu karena sapi dewasa saja bisa mati terduduk jika meminum cairan itu.

Ibunya, Empol (35), jelas sangat paham atas kelainann anaknya itu. "Kelakuan anak saya itu sudah diketahui sejak umur dua tahun," kata Empol, saat ditemui di rumahnya, Rabu.

Meskipun anak tesebut sudah beberapa kali makan dan minum yang bukan seharusnya dikonsumsi, kata Empol, kondisi anaknya terlihat seperti biasa tidak keracunan atau sakit.

"Kalau tidak makan barang-barang itu. Bahkan dia lemas bahkan menangis meminta untuk bisa makan obat nyamuk atau minum air aki," kata Empol.

Menurut dia, awal keanehan anaknya itu diketahui saat air aki untuk peralatan mencari ikan ayah kandungnya, tiba-tiba diminum seperti minum air biasa. Terus, bocah itu menambah koleksi barang-barang yang dimakan atau diminum begitu saja, "obat" nyamuk, sabun cuci, sampai minyak tanah. 

"Sejak usia dua tahun itu biasa makan yang aneh-aneh, tapi setelah makan anak saya tidak apa-apa, biasa saja," katanya.

Khawatir membayakan kondisi kesehatan jika terus dibiarkan mengkonsumi barang tersebut, akhirnya orang tua Nurul membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa kesehatannya dan diobati.

Selanjutnya melalui terapi oleh dokter dengan pemeriksaan secara rutin, kata Empol anaknya beberapa hari kebelakang sudah tidak mengkonsumi barang berbahaya lagi.

"Selama pengobatan ini, saya sama semua tetangga terus mengawasi Nurul, takut secara sembunyi-sembunyi makan obat nyamuk atau sabun lagi," katanya. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca