Minggu, 21 September 2014

44 Puskesmas DKI akan dilengkapi ruang rawat inap

Rabu, 4 Juli 2012 21:54 WIB | 2.982 Views
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan membangun secara bertahap ruang rawat inap yang berstandar rumah sakit swasta kelas tiga di 44 puskesmas Kecamatan.

Pembangunan fasilitas rawat inap tersebut untuk meningkatkan pelayanan kesehatan warga khusus kalangan menengah ke bawah.

"Enam puskesmas memasuki proses finishing, namun secara umum ruangan rawat inapnya sudah layak digunakan. Hanya saja, sebagiannya belum dipasangi AC dan lift dan sisanya sebanyak enam puskesmas masih dalam proses tender," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI, Dien Emmawati kepada wartawan di Balaikota, Rabu.

Pada 2012, sebanyak 22 Puskesmas Kecamatan akan menyediakan ruang rawat inap. Menyusul sebanyak 11 puskesmas pada 2013 dan 11 puskemas lainnya pada 2014. Sehingga pada tahun 2014, seluruh puskesmas kecamatan sudah memiliki ruang rawat inap.

Tahun ini dari target 22 puskesmas kecamatan melayani rawat inap, baru ada 10 puskesmas kecamatan yang telah mengoperasikan layanan rawat inap, sedangkan enam puskesmas sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan.

Ia mengatakan, Dinkes DKI menargetkan pada akhir 2012, sebanyak 22 puskesmas kecamatan akan memiliki ruang rawat inap.

"Warga miskin akan sangat terbantu dengan adanya puskesmas kecamatan yang memiliki ruang rawat inap. Warga akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara profesional dan maksimal," ujarnya.

Ia mengungkapkan total anggaran untuk pembangunan ruang rawat inap di 44 Puskesmas Kecamatan mencapai sekitar Rp250 hingga Rp300 miliar.

"Anggaran tersebut sudah termasuk penyediaan sarana dan prasarana pendukungnya, seperti tempat tidur, AC, lift dan sebagainya," ungkapnya.

Emmawati menjelaskan, setiap puskesmas memiliki anggaran pembangunan berbeda, sesuai banyaknya ruangan. Yakni berkisar antara Rp1 miliar sampai Rp8 miliar.

Seperti di Puskesmas Grogol Petamburan, karena ruangannya terpisah dari puskesmas maka anggarannya lebih besar dari lainnya, yakni sekitar Rp5 miliar sampai Rp8 miliar. Terlebih ruang rawat inap ini terdapat di dua lantai gedung.

Serta pelayanan yang tersedia di ruang rawat inap bertaraf strata satu, seperti penanganan obeservasi demam, mulai dari DBD, trombosit tinggi, typoid, diare, asma, luka yang tidak membahayakan, namun perlu perawatan khusus dan sebagainya.

Sedangkan biaya di ruangan rawat inap di Puskesmas Kecamatan sebesar Rp10 ribu per hari. Dengan uang sejumlah itu, pasien sudah mendapatkan obat, makan tiga kali dan konsultasi dokter.

"Tarif tersebut jauh lebih murah dibanding rumah sakit. Tercatat, untuk ruang kelas tiga di rumah sakit, biaya menginapnya saja minimal Rp20 ribu. Tarif tersebut belum termasuk biaya obat, konsultasi dokter dan sebagainya," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, penyediaan ruang rawat inap di tiap puskesmas ini semata-mata untuk mewujudkan pelayanan kesehatan secara berkualitas. Dengan demikian, warga ibukota, khususnya dari kalangan tidak mampu, akan sangat terbantu saat membutuhkan perawatan.

Semakin baiknya pelayanan kesehatan di puskesmas, menurutnya terlihat dari semakin banyaknya warga kalangan menengah yang telah berobat di puskesmas.

"Saya juga sangat gembira karena saat ini ternyata yang berobat di puskesmas itu bukan hanya warga dari kalangan tidak mampu, mereka yang berasal dari kalangan menengah ke atas juga turut menikmati layanan kesehatan di puskesmas. Ini menunjukkan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya," paparnya.

(ANT-306/R021)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga