Sabtu, 23 Agustus 2014

Fauzi Bowo: angka pengangguran di Jakarta menurun

Kamis, 5 Juli 2012 00:02 WIB | 6.838 Views
Fauzi Bowo: angka pengangguran di Jakarta menurun
Gubernur DKI Fauzi Bowo (FOTO ANTARA)
Jakarta  (ANTARA News) - Pertumbuhan ekonomi kota Jakarta yang terus meningkat dari tahun ke tahun mampu menurunkan tingkat pengangguran di ibu kota, kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

"Selama kurun waktu 2007 hingga 2012, tingkat pengangguran terbuka di ibu kota mengalami penurunan dari 12,57 persen pada tahun 2007 menjadi 10,72 persen pada tahun 2011," kata Fauzi Bowo, saat "Silaturahmi dan Job Fair Tahun 2012" di Jakarta, Rabu.

"Tingkat pengangguran di Jakarta masih jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 12-14 persen," katanya.

Ia mengatakan, tingkat pengangguran di Jakarta pada tahun 2012 diharapkan mampu ditekan hingga di bawah angka 10 persen

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen meningkatkan kesejahteraan pekerja. Hal ini terbukti dari penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2012 sebesar Rp1.502.150 atau mencapai 102,09 persen melebihi dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang sebesar Rp 1.497.836," ujarnya.

Fauzi mengungkapkan, kedatangan dirinya ke arena Job Fair untuk memberikan dukungan, baik kepada angkatan kerja Jakarta yang tengah mencari pekerjaan, maupun kepada penyelenggara.

Job Fair 2012 diikuti sebanyak 50 perusahaan dengan menyediakan 10.000 lowongan kerja.

"Kegiatan seperti sangat positif dan saya dari pemerintah daerah juga merasa terbantu," ungkapnya

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jakarta dalam lima tahun terakhir ini tergolong tinggi, di atas rata-rata nasional sehingga lapangan kerja naik secara signifikan.

"Lapangan kerja di ibu kota pada 2011 mengalami pertumbuhan sekitar tiga persen sehingga menempatkan Jakarta sebagai di peringkat 17 kota terbaik di antara 200 kota besar dunia. Posisi Jakarta lebih baik dari Kuala Lumpur, Bangkok dan Singapura," jelasnya.

Fauzi mengungkapkan, dunia usaha di Kota Jakarta berhasil menyerap sekitar 250.000 tenaga kerja selama kurun waktu 2011 - 2012.

"Dengan penambahan tenaga kerja yang terserap sebanyak 250.000 orang tersebut, penduduk yang bekerja di provinsi DKI Jakarta saat ini sebesar 4,72 juta orang," ungkapnya.

Meski situasi global kurang mendukung, lanjut Fauzi, akibat berlarut-larutnya krisis perekonomian euro zone, namun perekonomian Jakarta masih berpeluang tumbuh.

Fauzi pun yakin daya beli dan ekspektasi konsumen di Jakarta masih cukup tinggi untuk menopang perekonomian Jakarta.

"Data lima tahun terakhir membuktikan pertumbuhan ekonomi Jakarta di atas rata-rata nasional. Tahun 2011 lalu pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 6,71 persen sedangkan rata-rata nasional di angka 6,48 persen," ungkapnya.

Ke depan, Fauzi optimis optimis pertumbuhan lowongan kerja di Jakarta bisa lebih baik lagi.

"Pemprov DKI Jakarta juga akan membuka Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Marunda yang diperkirakan akan membuka sekitar 800.000 lapangan kerja baru dalam beberapa tahun ke depan," tegasnya.

Menurut Fauzi, Pemprov DKI akan terus menggalakkan sistem pendidikan link and match, di samping mendorong anak-anak muda untuk mendapatkan sertifikasi keahlian khusus guna menningkatkan daya saing dan produktivitas angkatan kerja di Ibukota.

"Program ini sudah berjalan, terutama di lingkungan sekolah kejuruan dan bagi mereka yang mengikuti balai latihan kerja (BLK). Untuk yang ingin berwiraswasta, kita juga telah menyiapkan mekanisme insentif, terutama dalam akses permodalan," paparnya.

"Pelayanan ini bertujuan memberikan kemudahan bagi para pencari kerja untuk memperoleh pekerjaan, sesuai minat, bakat dan kemampuan masing-masing," tambahnya.

(ANT-306/Z002)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga