Kamis, 23 Oktober 2014

Perbankan Balikpapan salurkan kredit Rp17,95 triliun

| 3.739 Views
id BI, BI Balikpapan, perbankan balikpapan salurakn kredit, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Tutuk SH Cahyono
Apabila pada 2011 perbankan swasta mendominasi penyaluran kredit, kini perbankan pemerintah sedikit lebih royal dengan pertumbuhan 26,58 persen. Tahun ini, pertumbuhan kredit swasta 22,81 persen."
Balikpapan (ANTARA News) - Perbankan di Balikpapan telah menyalurkan kredit hingga Rp17,95 triliun pada Mei 2011 hingga Mei 2012.

"Atau tumbuh 24,7 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan dengan periode Mei 2010-Mei 2011 yang mencapai Rp14,4 triliun," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan Tutuk SH Cahyono di Balikpapan, Rabu (4/7).

Menurut Cahyono, pertumbuhan penyaluran kredit yang cukup bagus ini menandakan Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser tidak mengalami krisis ekonomi seperti yang diperkirakan akibat imbas dari krisis Eropa dan Amerika.

Harga batu bara yang turun tidak langsung memengaruhi ekonomi di ketiga daerah yang menjadi wilayah kerja Bank Indonesia Balikpapan tersebut.

"Yang terjadi tampaknya kredit digunakan kembali untuk investasi seperti pembangunan peralatan sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi bahan baku. Kalau begini efeknya akan lebih baik lagi karena bisa berdampak langsung kepada masyarakat seperti yang terjadi pada negara maju," papar Kepala BI Balikpapan.

Di sisi lain, bank-bank swasta sedikit lebih berhati-hati dalam mengucurkan kredit dibandingkan dengan pemerintah.

Apabila pada 2011 perbankan swasta mendominasi penyaluran kredit, kini perbankan pemerintah sedikit lebih royal dengan pertumbuhan 26,58 persen. Tahun ini, pertumbuhan kredit swasta 22,81 persen.

Seperti dikatakan Tutuk SH Cahyono, kredit investasi mendominasi pertumbuhan disusul oleh kredit modal kerja. Kredit konsumsi mengalami perlambatan.

Dilihat dari batas maksimal pemberian kredit atau plafon dan realisasi baru kredit, pertumbuhan penyaluran kredit perbankan menunjukkan angka yang cukup baik. Plafon kredit baru Mei 2012 sebesar Rp2,4 triliun, atau tumbuh 115,93 persen secara tahunan dengan realisasi Rp2,05 triliun.

Lebih rinci lagi, plafon baru kredit untuk modal kerja sebesar Rp569 miliar dengan realisasi Rp523 miliar, plafon baru untuk kredit investasi sebesar Rp627 miliar dengan realisasi Rp457 miliar. Kemudian, plafon baru untuk kredit konsumsi sebesar Rp539 miliar dengan realisasi Rp554 miliar.

Perbandingan antara pinjaman dan tabungan atau uang yang mengendap di bank, atau loan to deposit ratio (LDR) mencapai 96,8 persen dengan dominasi dari perbankan swasta yang mencapai 140,3 persen.

Bank-bank pemerintah bertahan pada rasio LDR 60,1 persen. Sebaliknya, kredit yang besar tersebut dianggap cukup lancar. Kredit macet atau non performing loan (NPL) yang hanya 1,96 persen.

Namun demikian, Cahyono menyayangkan masih tingginya angka net interest margin (NIM) atau batasan keuntungan yang diminta oleh pemberi kredit kendati ada tren penurunan dalam beberapa periode terakhir.

"Memang NIM ini masih tinggi jika dibandingkan perbankan nasional yang hanya 5,31 persen. Namun, kami juga terus berupaya menekan NIM agar bisa lebih proporsional sembari kerja sama para nasabah untuk mengurangi risiko kredit," ujarnya.

(KR-NVA/A041)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga