Jakarta (ANTARA News) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis kembali terangkat melawan arah bursa Asia yang mayoritas berada dalam area negatif.

IHSG BEI dibuka naik 10,43 poin atau 0,26 persen ke posisi 4.086,34. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,66 poin (0,38 persen) ke level 702,99.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono di Jakarta hari ini mengatakan, harapan pelaku pasar terhadap stimulus baru yang dilakukan oleh bank sentral negara-negara dunia termasuk the Fed membuat keyakinan pasar akan adanya stimulus semakin besar seiring data ekonomi yang terus melemah.

"Bank Sentral Eropa diperkirakan akan memotong suku bunga acuan seiring negatifnya data ekonomi Eropa," kata dia.

Meski demikian, kata dia, di sisi lain tekanan jual terhadap indeks BEI mulai membayangi. Bentuk faktor shooting star indikasikan IHSG berpotensi berbalik arah (reversal).

"IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 4.040-4.090 poin," katanya.

Analis Samuel Sekuritas Christine Salim menambahkan, indeks BEI rawan aksi ambil untung (profit taking) seiring sentimen negatif dari koreksi bursa komoditas.

"Sentimen negatif dari koreksi bursa komoditas diperkirakan digunakan investor untuk melakukan profit taking terutama pada saham-saham sektor pertambangan yang menjadi leading mover indeks BEI sepanjang pekan ini," katanya.

Sementara, pada pukul 10.00 WIB, indeks BEI berbalik arah ke area negatif atau melemah 3,46 poin (0,08 persen) ke posisi 4.072,46.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 87,09 poin (0,44 persen) ke level 19.622,66, indeks Nikkei-225 turun 14,33 poin (0,16 persen) ke level 9.089,84 dan Straits Times melemah 2,11 poin (0,07 persen) ke level 2.946,66.

(Ant)