London (ANTARA News) - Pebalap pencoba (test driver) pada tim Marussia Spanyol, Maria De Villota, kehilangan mata kanannya.

Ia kini sedang kritis di rumah sakit dan telah menjalani operasi pada wajah dan kepalanya yang cedera, demikian disebutkan teman setimnya di Formula Satu (F1), Rabu waktu setempat.

Pebalap De Villota, mengalami kecelakaan Selasa ketika mengendarai mobil untuk pertama kalinya pada lintasan lurus di landasan udara Duxford,di bagian timur Inggris, menjelang perlombaan Grand Prix Inggris akhir pekan ini.

Setelah menyelesaikan satu putaran dan kembali ke pedok mekanik, mobilnya tiba-tiba seperti lepas kendali dan menabrak bagian belakang truk dan pelindung kepala pembalap berusia 32 tahun itu terkena benturan keras.

"Saya sangat sedih dan harus mengabarkan berita ini, karena luka yang dideritanya, Maria harus kehilangan mata kanannya," kata Ketua Tim Prinsipal, John Booth.

Marussia mengatakan para ahli bedah di Rumah Sakit Addenbrooke, Cambridge, melakukan pekerjaan panjang ketika memulai operasi pada Selasa siang sampai Rabu pagi.

"Maria berada dalam kondisi kritis namun stabil," kata perwakilan tim.

Keluarga De Villota selalu bersamanya di rumah sakit. Ia adalah anak perempuan mantan pembalap F1, Emilio De Villota.

De Villota ditunjuk Marussia untuk melakukan uji lintasan mulai Maret dan ia merupakan satu-satunya pembalap wanita yang bekerja seperti itu, walau pun tim William sudah melakukan tugas serupa kepada Suzie Wolff.

Pebalap Spanyol ini telah melakukan balapan dalam berbagai seri dan mencoba mobil Renault Formula Satu pada Agustus tahun lalu.

Pebalap tetap Marussia adalah Timo Glock, pebalap Jerman yang tidak bisa mengikuti Grand Prix tahun lalu di Valencia karena sakit, dan pebalap dari Prancis, Charles Pic.

Tim yang bermarkas di Inggris dan sebelumnya dikenal dengan nama Virgin Racing itu, belum pernah mendapat poin sejak debut F1 mereka pada 2010 dan tidak memiliki pebalap cadangan, sementara De Villota belum memiliki super lisensi untuk menjalankan tugasnya.

Booth mengatakan, tim akan melakukan "analisis mendalam atas apa yang sudah terjadi dan saat ini mereka tetap meneruskan aktivitas mereka seperti biasa.

Ia juga mengatakan, Marussia yang berpusat di Inggris amat terkesan dengan banyak pesan dukungan kepada De Villota, keluarganya dan tim.
(ANT)