Rabu, 22 Oktober 2014

Seorang manager merasa dizalimi Serikat Pekerja

| 7.370 Views
id serikat pekerja, manajer hrd, PHK, pt aisin indonesia
Jakarta (ANTARA News) - Seorang manager sebuah produsen otomotif merasa dizolimi oleh Serikat pekerja Automotive dan Komponen (SPA&K) karena telah menuntut manajemen untuk memecatnya dari jabatan yang sedang dijabatnya.

"Terus terang, saya merasa dizolimi oleh serikat pekerja di sini. SPA&K melakukan demontrasi dan mogok kerja pada Senin, 25 Juni 2012, kemudian menuntut pemecatan saya," kata manager HRD PT Aisin Indonesia, Aan Mas Muanam di Jakarta, Rabu.

Dia menilai serikat pekerja di perusahaan pemasok suku cadang produsen mobil Astra ini sangat kuat sehingga bisa menekan direksi untuk memecatnya, padahal dia baru 25 hari bekerja dalam jabatan manajer itu.

Ironisnya Aan adalah ketua serikat pekerja di Lintas Arta (anak perusahaan Indosat) dan salah satu hakim di pengadilan perburuhan.

Ceritanya, versi Aan, SPA&K mengajukan izin dan dukungan agar pengurus dan anggotanya mengikuti pelatihan serikat pekerja di Medan. Pengajuan dilakukan hanya beberapa hari sebelum kegiatan pelatihan dilaksanakan.

"Saya mendukung dan memberikan izin pada pengurus dan anggota SPA&K ikut pelatihan tersebut, namun memberikan catatan (memo) agar pada masa mendatang pengajuan dilakukan minimal satu minggu sebelumnya," katanya. 

Aan melakukan itu dengan alasan harus berkoordinasi dahulu dengan pimpinan produksi mengenai apakah mereka mengizinkan anak buahnya mengikuti pelatihan di luar kota, katanya.

SPA&K kemudian menggelar aksi mogok kerja dan demontrasi pada 25 Juni 2012 menuntut manager HRD dipecat karena diangap melakukan "union busting" menyusul emo itu.

Union busting adalah larangan atau upaya menghalangi dan menghambat aktivitas serikat pekerja dan pengurusnya oleh manajemen.

Aan merasa menghadapi berbagai tekanan SPA&K, salah satunya instruksi dari ketua umum yang melarang anggotanya bekerja lembur karena dianggap merugikan kepentingan perusahaan.

ANTARA beberapa kali mencota menghubungi Ketua SPA&K Suparno untuk mengomentari berita ini, namun gagal.  Sementara Presdir PT Aisin Indonesia Janto Tantra menolak mengomentari soal ini.

(A029/H-KWR)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga