Selasa, 2 September 2014

BPOM tidak pernah mengeluarkan izin edar "obat kuat"

Kamis, 5 Juli 2012 18:02 WIB | 2.751 Views
BPOM tidak pernah mengeluarkan izin edar
Ilsutrasi (ANTARA News/Lukisatrio)
Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan tidak pernah mengeluarkan izin edar bagi "obat kuat" yang banyak ditemukan di pasaran, sehingga masyarakat diharapkan untuk berhati-hati dan tidak mengkonsumsi obat semacam itu.

"BPOM tidak pernah memberikan izin edar produk dengan kegunaan atau indikasi 'obat kuat'. Jadi karena tidak terdaftar, tidak ada pihak yang dapat menjamin kebenaran isi kadar dari produk-produk itu," kata Direktur Standarisasi Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplementer BPOM Hary Wahyu dalam temu media di gedung BPOM Jakarta, Kamis.

Izin edar hanya diberikan oleh BPOM terhadap obat bagi disfungsi ereksi yang pemakaiannya harus dibawah pengawasan dokter setelah melakukan diagnosa, dengan indikator-indikator terukur sehingga jelas arah pengobatannya.

Obat-obatan yang digunakan dalam mengatasi disfungsi ereksi seperti sildenafil sitrat, tadalafil dan vardenafil harus diberikan dengan resep dokter dan dengan aturan pakai dan kadar yang jelas dan terukur.

Sedangkan obat kuat yang banyak dijual di masyarakat umumnya tidak memiliki kadar yang jelas dan tanpa pengawasan dokter sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.

Lebih lanjut, Hary mengatakan jika ada obat kuat yang dikatakan mengandung sildenafil sitrat, tadalafil dan vardenafil dijual di jalanan pasti ilegal karena seharusnya obat semacam itu dibeli di apotik dengan pengawasan dokter.

"Penggunaan obat semacam ini tanpa diagnosa yang jelas dapat menimbulkan dampak-dampak yang tidak diinginkan, seperti stroke atau bahkan kematian," kata Hary.

Pengawasan rutin dilakukan BPOM terhadap obat-obat semacam itu dengan bekerja sama dengan pihak lain seperti kepolisian, namun Hary mengakui bahwa sumber daya yang dimiliki BPOM terbatas sehingga masih banyak obat seperti itu beredar di pasaran.

Oleh karenanya, Hary mengimbau masyarakat untuk tidak mengkonsumsi obat semacam itu sehingga memutus tali rantai perdagangan obat kuat.

"Jika tidak ada demand (permintaan) maka tidak ada supply (persediaan)," kata Hary.

(A043)

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga