Kamis, 18 September 2014

Kantor Berita ANTARA perkuat pemberitaan Indonesia di Rusia

Kamis, 5 Juli 2012 19:07 WIB | 2.586 Views
Moskow (ANTARA News) - Kantor Berita ANTARA memperkuat pemberitaan tentang Indonesia di Rusia dengan menggandeng mitranya, Ria Novosti. Tujuannya, menyebarluaskan cerita-cerita mengenai Tanah Air ke masyarakat di negeri yang sedang bergeliat kembali menjadi adikuasa dunia itu.

Kerjasama pemberitaan itu ditandatangani Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Ahmad Mukhlis Yusuf, dan Direktur Jenderal Ria Novosti, Nikolai D Biryukov, di Moskow, Kamis. Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Djauhari Oratmangun, Kabid Penerangan KBRI di Moskow, M Aji Surya, dan Wakil Pemimpin Redaksi Kantor Berita ANTARA, Akhmad Kusaeni, menyaksikan hal itu.

"Kerjasama ini bukan karena tragedi Sukhoi yang membuat media Rusia menoleh kepada Indonesia, tapi kami di Rusia perlu informasi yang lebih banyak tentang negeri penting di belahan Timur," kata Biryukov.

Dengan mengutip berita-berita tentang Indonesia dari ANTARA, menurut Biryukov, Ria Novosti bisa menceritakan lebih baik lagi Indonesia, terutama tentang potensi ekonomi, situasi politik, seni budaya dan tentu saja tempat-tempat pariwisatanya.

"Orang Rusia seperti saya senang ke Bali dan Raja Ampat di Papua. Kami bahkan ramai-ramai mencarter pesawat untuk terbang langsung ke Bali," katanya, seraya mengatakan tentu saja Indonesia bukan cuma Bali dan Raja Ampat.

Sebaliknya, Mukhlis Yusuf mengatakan, dengan kerjasama pemberitaan itu maka masyarakat Indonesia lebih mengenal Rusia, sahabat lama yang tidak pernah berpaling kepada Indonesia. Uni Soviet (sekarang Rusia) termasuk negara pertama yang mengakui kedaulatan Republik Indonesia.

Benih persahabatan Indonesia-Rusia, kata Mukhlis Yusuf, tidak terjadi di abad 20, tetapi dua abad sebelumnya. Dalam literatur Rusia, Indonesia di mata orang Rusia sudah dikenal sejak abad 18 lewat puisi seorang sastrawan Rusia, Pushkin, tentang nusantara. Indonesia saat itu masih disebut Hindia Belanda.

Bahkan, kata Mukhlis mengutip buku sejarah, Pangeran Nicholas dari Dinasti Romanov, yang kemudian menjadi Tsar Rusia sudah berkunjung ke Batavia pada abad 19. Dia mengirim seorang konsul jenderal setelah kunjungannya itu ke Indonesia.

"Kerjasama ini akan merajut kembali hubungan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Rusia dengan penguatan pemberitaan antar kedua bangsa," kata Mukhlis, yang datang ke Rusia untuk mengikuti World Media Summit 2012.

Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Djauhari Oratmangun, mendukung sepenuhnya kerjasama antar kedua kantor berita besar dan sangat berpengaruh di negerinya masing-masing. Oleh karena itu KBRI di Moskow memfasilitasi penyiapan nota kesepahaman kerjasama itu dan bahkan dia pun menjadi saksi penandatangannya di kantor Ria Novosti.

"Dengan berita di media maka orang Rusia akan lebih kenal Indonesia dan sebaliknya orang Indonesia lebih kenal Rusia," kata Oratmangun.

Kerjasama antar media ini, katanya, membuktikan dua sahabat lama, Indonesia-Rusia, kembali merajut kemesraan di era yang baru. Dengan pemberitaan yang lebih banyak tentang Indonesia, katanya, banyak sekali manfaatnya seperti dari sektor pariwisata.

"Jumlah turis Rusia ke Indonesia kian meningkat. Mereka carter pesawat langsung ke Bali dan tinggal lama seminggu sampai dua minggu. Mereka adalah orang kaya baru Rusia yang tidak rewel dan terkenal pemurah membagi rejeki," katanya.

"Masyarakat Bali sangat senang dengan turis Rusia karena mereka dikenal suka kasih tips yang banyak," kata Oratmangun.

(A017)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga