Sabtu, 1 November 2014

Panda Shin Shin melahirkan di KB Tokyo

| 4.879 Views
id panda melahirkan, bayi panda, panda raksasa, panda di jepang
Panda Shin Shin melahirkan di KB Tokyo
Satu bayi raksasa dalam ruang perawatan khusus di China. Populasi panda raksasa (Ailuropoda melanoleuca) dari China ini sangat sedikit dan menduduki tempat penting dalam pelestarian fauna dunia, dan dijadikan lambang WWF. (EUTERS/China Daily)
... menunjukkan Shin Shin yang berumur enam tahun sedang menggendong "benda" mungil di dadanya...
Tokyo (ANTARA News) - Panda raksasa bernama Shin Shin, yang berada di kebun binatang Ueno di Tokyo, Kamis, melahirkan satu bayi, yang menandai kelahiran panda pertama kali dalam 24 tahun di kebun binatang tersebut.

Shin Shin dan pasangannya, Ri Ri, tiba di Tokyo dari China pada Februari 2011 dan mulai dipertontonkan kepada umum tak lama setelah gempa bumi dan tsunami pada bulan berikutnya.

Gambar televisi menunjukkan Shin Shin yang berumur enam tahun sedang menggendong "benda" mungil di dadanya. Pejabat Ueno mengatakan bayi panda yang belum diberi nama itu berteriak keras.

"Ini pertanda sangat baik," kata dokter hewan yang bekerja di kebun binatang itu kepada televisi nasional NHK. Harapan bagi kelahiran panda muncul setelah dua panda yang dimonitor kamera kawin pada awal tahun ini.

Harapan tersebut meningkat dalam sebulan terakhir ketika Shin Shin memperlihatkan tanda-tanda kehamilan, seperti kehilangan nafsu makan, lebih sering tidur serta mengalami perubahan hormon.

Petugas kebun binatang mengumumkan kemungkinan kehamilan Shin Shin pekan lalu namun tidak ada keterangan ilmiah yang mendukung kemungkinan tersebut, sehingga publik hanya bisa menunggu apakah Shin Shin suatu saat akan melahirkan.

Kelahiran itu sendiri berlangsung pada sore hari namun jenis kelamin bayi yang dilahirkan Shin Shin masih belum diketahui.

Kelahiran bayi Shin Shin merupakan kelahiran panda yang keempat kalinya di Kebun Binatang Ueno serta yang pertama kalinya terjadi karena proses kawin alami, bukan karena inseminasi buatan.

(T008/B002) 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga