Jakarta (ANTARA News) - Wikileaks mempublikasikan dua juta email dari pejabat-pejabat Suriah yang dikirim mulai tahun 2006. Email yang dibocorkan itu juga mencakup periode penumpasan terhadap para pembangkang oleh rezim berkuasa Suriah.

"Saat ini ...Wikileaks mempublikasikan data Suriah, lebih dari dua juta email dari politisi Suriah, menteri, dan perusahaan-perusahaan terkait mulai dari Agustus 2006 hingga Maret 2012," kata juru bicara Wikileaks Sarah Harrison seperti dilansir Asia One.

"Data ini sangat memalukan Suriah, tetapi ini  juga akan mempermalukan lawan mereka," kata Founder Wikileaks Julian Assange.

Assange saat ini mengasingkan diri di kedutaan Ekuador di London sehubungan usahanya meminta suaka politik untuk menghindari ekstradisi dari Swedia atas tuduhan skandal seks dengan dua mantan relawan Wikileaks.

Harrison mengatakan bahwa Wikileaks tidak bisa mengomentari isi bocoran email tersebut dan perlu waktu agar hal-hal yang dimuat email tersebut muncul.

Berita itu selisih satu hari dengan Rusia yang membantah telah berunding dengan Washington untuk menyediakan tempat pengasingan bagi presiden Suriah.

Lembaga peneliti HAM Suriah yang berpusat di Inggris mengatakan bahwa selama 16 bulan pertumbahan darah di Suriah telah menewaskan lebih dari 16.500 nyawa.

(ans)