Kamis, 21 Agustus 2014

Asia Tenggara akan deklarasikan zona bebas senjata nuklir

Kamis, 5 Juli 2012 22:52 WIB | 2.724 Views
Phnom Penh (ANTARA News) - Setelah 12 tahun perundingan, lima negara diakui bersenjata nuklir (P5) akhirnya setuju untuk menandatangani protokol perjanjian internasional tentang Asia Tenggara Zona Bebas Senjata Nuklir (SEANWFZ) Kamis depan di Phnom Penh, kata pejabat senior Kamboja, Kamis.

P5 termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China dan Rusia.

Mereka semua akan menandatangani protokol itu pada 12 Juli di Phnom Penh selama pertemuan dengan para menteri luar negeri negara-negara ASEAN, kata Koy Kuong, juru bicara kementerian luar negeri dan kerja sama internasional Kamboja kepada Xinhua.

"Sebagai ketua ASEAN 2012, Kamboja dengan bangga melihat semua lima negara yang diakui bersenjata nuklir akan menandatangani protokol tersebut," katanya.

"Tanda tangan yang akan datang mereka mencerminkan dukungan mereka terhadap SEANWFZ."

Protokol ini memerlukan P5 untuk tidak berkontribusi terhadap setiap pelanggaran perjanjian dan tidak menggunakan atau mengancam untuk menggunakan senjata nuklir di SEANWFZ.

Selain itu, P5 akan berkomitmen untuk menghentikan proliferasi senjata nuklir dan pengujian nuklir di Asia Tenggara.

Pemimpin ASEAN menandatangani Perjanjian SEANWFZ di Bangkok, Thailand pada 15 Desember 1995 dan mulai berlaku dua tahun kemudian.

Perundingan-perundingan antara ASEAN dan lima negara nuklir itu mengenai protokol telah diselenggarakan sejak Mei 2001.

Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) terdiri atas Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. (AK)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga