Rabu, 22 Oktober 2014

PBB rekomendasikan pengurangan jumlah pemantau Suriah

| 1.976 Views
id pbb, ban ki-moon, suriah, krisis suriah, pemantau suriah
PBB rekomendasikan pengurangan jumlah pemantau Suriah
Sekjen PBB Ban Ki-moon (FOTO ANTARA/REUTERS/Minzayar)
mengubah fokus misi itu
PBB (ANTARA News/Reuters) - Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-moon akan merekomendasikan bahwa Dewan Keamanan tetap mempertahankan mandat misi pemantaunya di Suriah walaupun mengurangi jumlah pengawas militer yang tidak bersenjata, demikian kata para diplomat Kamis.

Gagasan itu, kata mereka, adalah mengubah fokus misi itu dari mengawasi gencatan senjata yang tidak dilaksanakan menjadi mendukung usaha-usaha yang bertujuan menjamin penyelesaian politik, yang menurut sejumlah negara adalah satu-satunya jalan untu menghentikan krisis di Suriah.

Rekomendasi itu akan termasuk satu laporan mengenai opsi-opsi bagi masa depan misi PBB di Suriah, dikenal sebagai UNSMIS, yang Ban harapkan akan ajukan kepada Dewan Keamanan PBB Jumat, kata para diplomat PBB kepada Reuters yang tidak bersedia nama mereka disebut.

Dewan Keamanan yang menghadapi perpecahan yang mendalam harus membuat satu keputusan apa yang akan dilakukan dengan UNSMIS sebelum 20 Juli. Rusia dan China, yang dua kali memveto resolusi-resolusi yang mengecam Damaskus karena serangannya terhadap oposisi dan mengancamnya dengan sanksi-sanksi, mengisyaratkan mereka menginginkan misi PBB itu tetap berada di negara itu.

Tetapi Amerika Serikat,negara-negara Eropa anggota Dewan Keamanan dan lain-lainnya menyarankan bahwa mempertahankan ratusan pemantau militer untuk memantau gencatan senjata yang tidak dilaksanakan itu tidak ada gunanya.

Dewan Keamanan menurut rencana akan membicarakan masalah itu Rabu mendatang.

Pasukan Presiden Bahar al-Assad dan oposisi membunuh lebih dari 15.000 orang sejak Maret 2011, kata para pembangkang Suriah dan para pemimpin Barat. Damaskus mengatakan pemberontak membunuh banyak tentara dan pasukan keamanan.

Rekomendasi Ban sejalan dengan apa yang para diplomat kemukakan kepada Reuters 25 Juni-- bahwa badan dunia itu mungkin akan mengurangi jumlah para pemantau militer yang tidak bersenjata di Suriah, di mana konflik 16 bulan itu meningkat yang membuat kelangsungan rencana perdamaian dukungan PBB itu dan para pemantau membantu melaksanakannya diragukan.

"Sekjen PBB itu menyerukan pengurangan sementara jumlah personil UNSMIS dan mengajukan opsi-opsi lainnya yang kurang realistis.Para diplomat lainnya mengonfirmasikan pernyataan-pernyataannya itu, dan menambahkan bahwa mandat UNSMIS yang memantau pelaksanaan semua rencana enam pasal yang diajukan penengah internasional Kofi Annan bagi Suriah tetap tidak berubah.

Para utusan mengatakan bahwa berdasarkan opsi itu tugas UNSMIS ditekankan bukan sebagai pemantau militer yang menangguhkan sebagian besar kegiatan mereka pada 16 Juni karena bahaya yang meningkat, menjadi kira-kira 100 staf sipil yang menangani terutama masalah-masalah seperti hak asasi manusia.

Para pemantau militer akan terus berkja sama dengan warga sipil jika perlu, tambah para diplomat.Ketua UNSMIS Jenderal Robert Mood Kamis menyarankan bahwa ia akan mendukung satu pembentukan baru misi itu. Ia mengatakan misi itu harus tetap ada.

Tetapi Mood mengatakan misi berkekuatan 300 pemantau itu harus ditata ulang untuk membantu mendukung dialog politik yang pihak negara asing anggap perlu.

Negara-negara penting dunia menandatangani satu perjanjian di Jenewa Sabtu bahwa satu pemerintah transisi akan dibentuk di Suriah untuk menghentikan konflik di negara tiu, tetapi mereka tetap tidak sependapat menyangkut apakah Bashar ikut serta dalam proses itu.

Annan, setelah pertemuan Jenewa itu mengatakan satu pemerintah persatuan seperti harus mengikut sertakan para anggota pemerintah Bashar dan oposisi Suriah dan harus melaksanakan pemilu yang bebas.
(H-RN)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga