Selasa, 2 September 2014

Berkas anggota DPRD Riau belum lengkap

Jumat, 6 Juli 2012 14:53 WIB | 1.513 Views
Pekanbaru (ANTARA News) - Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan sejauh ini berkas perkara tiga anggota DPRD Riau yang terlibat kasus dugaan suap proyek Pekan Olahraga Nasional masih belum lengkap dan terus dalam proses pelengkapan.

"Belum lengkap. Sejauh ini masih terus dalam pelengkapan termasuk juga dengan pemeriksaan saksi-saksi," kata Juru Bicara KPK Johan Budi saat dihubungi ANTARA dari Pekanbaru, Jumat siang.

Tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau yang dimaksud Johan masing-masing yakni Muhammad Dunir (PKB), Muhammad Faisal Aswan (Golkar) dan Taufan Andoso Yakin dari Fraksi PAN yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Riau.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui proses pemeriksaan intensif dari penyidik KPK yang menangkap tangan Muhammad Faisal Aswan dengan barang bukti uang tunai senilai Rp900 juta yang diindikasi untuk menyuap kelancaran rencana revisi Peraturan Daerah (Perda) No.6/2010 dan No.5/2008 tentang Proyek Arena PON Riau.

Bersama tiga anggota DPRD Riau, penetapan tersangka untuk kasus yang sama juga ditujukan ke mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau yang terakhir menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Riau yakni atas nama Likman Abbas.

Kemudian dua tersangka lainnya yang telah dilimpahkan ke Jaksa KPK dan menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, yakni Eka Dharma Putra selaku mantan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Olahraga pada Dispora Riau serta Rahmat Syahputra dari pihak rekanan PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku pihak yang mengerjakan proyek arena menembak dan Stadion Utama Riau.

"Untuk tiga anggota DPRD Riau termasuk Lukman Abbas, belum tahu kapan akan dilimpahkan ke Jaksa KPK dan disidangkan," kata Johan.

Pada kasus ini, penyidik KPK juga telah memeriksa lebih dari 20 saksi termasuk Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono dan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kesmenpora) serta beberapa anggota DPR-RI.

Sementara Gubernur Riau HM Rusli Zainal dan ajudannya atas nama Said alias Hendra juga telah mendapat pencegahan ke luar negeri setelah dianggap mengetahui dan diindikasi terlibat kasus tersebut.

(KR-FZR)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga