Senin, 28 Juli 2014

Terlambat serahkan Laporan Keuangan preseden buruk

Jumat, 6 Juli 2012 13:18 WIB | 2.126 Views
Terlambat serahkan Laporan Keuangan preseden buruk
Dirut Bursa Efek Indonesia Ito Warsito (FOTO ANTARA/Audy Alwi)
Jakarta (ANTARA News) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukaka, emiten yang terlambat menyerahkan laporan keuangan dapat menjadi preseden buruk bagi industri pasar modal.

"Bagi emiten yang belum menyerahkan laporan keuangan tahun buku 2011 diharapkan segera mengirimkannya, karena hal itu dapat menjadi preseden buruk bagi industri pasar modal," ujar Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, meski tidak mempengaruhi transaksi perdagangan saham di Bursa, namun dengan adanya perusahaan yang terlambat mengirimkan laporan keuangan dapat menjadi contoh yang kurang baik bagi emiten lainnya.

"Memang dari lima emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan tidak mempengaruhi perdagangan di bursa, namun itu bisa menjadi preseden buruk bagi bursa. Emiten itu telah disuspensi sebagai langkah awal peringatan buat mereka," katanya.

Namun sayangnya, Ito tidak memberikan batas waktu penyampaian laporan keuangan bagi emiten yang terlambat. Dipastikan, jika terjadi dalam waktu 1-2 tahun, pihaknya akan melakukan "delisting" (penghapusan saham) terhadap emiten.

Dipaparkan, emiten yang belum menyampaikan klaporan keuangan, yakni PT Buana Listya Tama Tbk (BULL), PT Davomas Abadi Tbk (DAVO), dan PT Panca Wiratama Sakti Tbk (PWSI), PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) dan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB).

Ito mengatakan, kemungkinan ada banyak hal yang membuat emiten terlambat memberikan laporan keuangan, seperti konsolidasi ataupun pergantian akuntan publik yang melakukan audit.

"Emiten besar juga ada yang pernah terlambat memberikan laporan keuangan, contohnya Telkom, namun alasannya waktu itu karena konsolidasi dengan anak usaha belum selesai," ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Isakayoga mengatakan, beberapa emiten yang terlambat menyerahkan laporan keuangan kepada Bursa diperkirakan karena konsolidasi dan pergantian akuntan.

"Keterlambatan laporan keuangan kasusnya berbeda-beda setiap emiten, biasanya yang membuat terlambat itu jika ada konsolidasi perusahaan atau ada pergantian akuntan sehingga ada proses lebih yang harus dijalani," kata dia.

Ia mengharapkan, setiap emiten dapat memenuhi seluruh ketentuan-ketentuan yang ada, pihaknya menargetkan seluruh perusahan tercatat di BEI dapat memberikan laporan keuangan tepat waktu dan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

(ANTARA)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga