Jumat, 24 Oktober 2014

Menpora bidik pembinaan bulu tangkis tingkat daerah

| 4.570 Views
id audisi PB Djarum 2012, menpora, andi mallarangeng, bulu tangkis, pembinaan bulu tangkis
Menpora bidik pembinaan bulu tangkis tingkat daerah
Menpora Andi Malarangeng (FOTO ANTARA)
Kudus (ANTARA News) - Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, mengatakan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui program Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) sedang berencana untuk mengembangkan pembinaan bulu tangkis di daerah, terutama di luar Pulau Jawa.

"Kami ingin membina bulu tangkis secara khusus melalui PPLP agar bulu tangkis semakin berkembang terutama di luar Pulau Jawa yang perlu didorong," kata Andi disela-sela Audisi Beasiswa Bulu tangkis PB Djarum 2012, di GOR PB Djarum, Kudus, Jumat.

Andi mengatakan Indonesia memiliki banyak bibit-bibit unggul yang tersebar di seluruh Indonesia namun belum didukung dengan pembinaan yang baik.

Menurutnya, bulu tangkis Indonesia harus segera berbenah lewat pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan. Lewat pembinaan yang baik, lanjutnya, diharapkan bulu tangkis Indonesia dapat merebut kembali juara dunia.

"Atlet-atlet harus mulai dibina sejak usia dini. Dengan pembinaan yang baik kita harus merebut kembali juara dunia," kata Andi.

Selanjutnya, kata Andi, Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) harus melakukan pembinaan yang tepat dari junior ke senior. Karena faktanya, banyak bibit-bibit unggul Indonesia yang tidak berkembang akibat pembinaan yang tidak berkelanjutan.

"Semoga dalam beberapa thaun ke depan, kita dapat membangkitkan supremasi buku tangkis Indonesia di dunia," tambah Andi.

Sementara itu, legenda bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata, menilai penurunan prestasi bulu tangkis Indonesia juga disebabkan karena persoalan regenerasi.

"Sekarang kita harus bersungguh-sungguh dan kerja keras tidak hanya mencari bibit-bibit berbakat yang bagus tetapi juga menjaga regenerasi," katanya saat jumpa pers menjelang audisi PB Djarum, Kamis (5/7).  

(M047)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga