Sabtu, 23 Agustus 2014

Realisasi subsidi BBM akhir tahun diperkirakan 157,8 persen

Jumat, 6 Juli 2012 17:21 WIB | 1.852 Views
Realisasi subsidi BBM akhir tahun diperkirakan 157,8 persen
Pemerintah memutuskan melakukan langkah-langkah penghematan energi untuk mengurangi beban subsidi energi, termasuk diantaranya melarang mobil dinas pemerintah menggunakan BBM bersubsidi. (ANTARA/Fahrul Jayadiputra)
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Keuangan memperkirakan realisasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada akhir tahun mencapai Rp216,8 triliun atau 157,8 persen, melebihi target APBN-Perubahan tahun 2012 sebesar Rp137,5 triliun.

Menurut data Kementerian Keuangan mengenai realisasi asumsi dasar ekonomi makro semester I dan proyeksi semester II tahun 2012 yang diterima di Jakarta, Jumat, hal itu membuat realisasi subsidi energi mencapai Rp305,9 triliun atau 151,2 persen, melebihi dari target Rp202,4 triliun.

Sementara realisasi subsidi energi listrik diperkirakan mencapai Rp89,1 triliun atau 137,1 persen pada akhir tahun, melebihi target yang telah ditetapkan sebesar Rp65 triliun.

Kementerian Keuangan mencatat kenaikan beban subsidi energi terjadi karena kenaikan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dari 105 dolar AS per barel menjadi 110 dolar AS per barel.

Selain itu, peningkatan beban subsidi juga terjadi karena ada kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dari Rp9.000 per dolar AS menjadi Rp9.250 per dolar AS serta keterlambatan penyelesaian COD PLTU dan pemenuhan pasokan gas.

(S034)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga