Kamis, 30 Oktober 2014

1.000 produk KUKM ditargetkan berlabel SNI-halal

| 1.326 Views
id sni label halal, produk usaha kecil menengah, kukm
Ini resolusi para pendamping KUKM dalam peningkatan daya saing melalui penerapan standarisasi, sistem mutu, dan kehalalan produk
Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 1.000 produk KUKM ditargetkan berlogo SNI (Standar Nasional Indonesia) dan berlabel halal pada 2013 melalui Gerakan Nasional Sadar Produk Bermutu dan Bersertifikasi Halal.

"Ini resolusi para pendamping KUKM dalam peningkatan daya saing melalui penerapan standarisasi, sistem mutu, dan kehalalan produk," kata Sekretaris Kelompok Kerja Pendamping KUKM, Eet Riswana, di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, para pendamping KUKM yang telah mengikuti Training of Trainers (ToT) Penerapan Standarisasi, Sistem Mutu, dan Kehalalan Produk yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM pada 4-6 Juli 2012 di Jakarta menyampaikan resolusi dan komitmen yang akan diserahkan kepada Menteri Koperasi dan UKM, Syarifuddin Hassan.

Para pendamping KUKM itu menyampaikan sejumlah resolusi meliputi pembentukan kelompok kerja pendamping KUKM dalam penerapan standarisasi, sistem mutu, dan kehalalan produk.

"Penerapan standarisasi, sistem mutu, dan kehalalan produk sangat penting untuk meningkatkan daya saing KUKM dalam menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015," katanya.

Para pendamping KUKM juga berkomitmen mencanangkan Gerakan Nasional Sadar Produk Bermutu dan Bersertifikasi Halal.

"Gerakan Nasional ini bertekad akan mewujudkan 1.000 produk KUKM ber-SNI dan 1.000 produk KUKM berlabel halal pada 2013," katanya.

Mereka juga menyampaikan resolusi agar instansi terkait mengalokasikan dana untuk menyukseskan program Gerakan Nasional Sadar Produk Bermutu dan Bersertifikasi Halal.

"Resolusi ini kami buat sebagai bentuk rasa tanggung jawab, kepedulian, keberpihakan para pendamping KUKM agar mendapatkan perhatian dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan," kata Eet yang juga anggota Business Developing Service ISEC.

Ia menambahkan, pangan adalah isu strategis dan krusial yang juga menjadi bagian dari isu internasional. "Dengan menyertakan logo SNI dan label halal tentu akan membuka segmen pasar KUKM menjadi lebih luas lagi."

Pada kesempatan yang sama, anggota LP-POM MUI Sumatera Barat, Yan Heryandi, mengatakan, saat ini sosialisasi sertifikasi halal sudah dilakukan di daerah-daerah melalui berbagai instansi dan lembaga pendidikan.

"Sosialisasi langsung melalui instansi masyarakat terus dilakukan, kemudian di lingkungan pendidikan dari mulai TK sampai perguruan tinggi," katanya.

Ia menekankan perlunya pengenalan kehalalan produk kepada anak usia dini.

"Hal terpenting adalah bagaimanan mengefektifkan sosialisasi menyeluruh dalam gerakan halal care ini. Ini perlu dikenalkan sejak dini agar masyarakat kita semakin peduli pada kualitas dan kehalalan produk," katanya.

(H016)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga