Manchester (ANTARA News) - Peter Hook, basis band era 80an Joy Division akan menerbitkan buku berjudul "Unknown Pleasures: Inside Joy Division".

Hook menyatakan bahwa buku-buku yang beredar tentang Joy Division "berisi banyak hal yang keliru".

"Buku-buku itu dibuat oleh orang-orang yang tidak berada dekat dengan Joy Division," katanya. "Saya harap buku ini dapat meredam semua anggapan miring tentang Joy Division," tambahnya.

Penerbit Simon & Schuster mengumumkan "Peter Hook secara blak-blakan menceritakan kehidupan bersama Joy Division."

"Dengan jujur dan renungan, ia menceritakan peristiwa bunuh diri Ian Curtis, yang sering disebut si pintar. Bagi Peter dan band ia hanya salah satu dari anggota...Hook juga menceritakan pertemanan para anggota dan kejatuhan; latihan dan sesi rekaman mereka; dan orang-orang besar yang memegang peranan penting di Joy Division."

Hubungan Hook dengan bekas anggota Joy Division lainnya tidak berjalan harmonis. Bernard Sumner masih marah besar kepadanya karena Hook memainkan sejumlah lagu-lagu band mereka bersama bandnya "The Light."

"Kami telah menghabiskan hidup kami untuk menghasilkan karya dengan prinsip dan impian. Apa yang dilakukan Peter sangat bertentangan dengan pendirian kami," kata Sumner kepada the Guardian tahun lalu.

"Ia menganggap Joy Division menyedihkan. Kalau saya meminta izinnya, pasti ia mengusir saya," jawab Hook.

Joy Division adalah band rock asal Salford, Greater Manchester, Inggris, yang digawangi Ian Curtis pada vokal, Bernard Sumner (gitar dan keyboard), Stephen Morris (drum dan perkusi), dan Peter Hook. Vokalis Curtis tewas bunuh diri pada tur pertama mereka ke Amerika, 19 Mei 1980.