Jakarta (ANTARA News) - Calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen Faisal Basri mengatakan telah menyusun lima program yang dikhususkan untuk meningkatkan peran dan kesejahteraan kaum perempuan.

"Pertama, memaksimalkan lembaga atau organisasi perempuan, seperti PKK, Majelis Taklim dan organisasi perempuan lainnya untuk ikut aktif dalam proses pendidikan kemasyarakatan dan tumbuh kembang keluarga, khususnya anak-anak," kata Faisal dalam forum yang digelar oleh Solidaritas Perempuan di Tugu Tani, Jakarta, Jumat.

Kedua, lanjut Faisal, memaksimalkan pelayanan kesehatan untuk ibu-ibu, terutama dalam hal regenerasi melalui Jaminan Persalinan (Jampersal), sehingga generasi baru yang dihasilkan akan lebih baik dan mumpuni.

"Yang ketiga, yakni mengurangi tingkat kekerasan terhadap perempuan di ruang publik, seperti kendaraan umum atau tempat-tempat umum lainnya, dan di ruang privat atau rumah tangga," ujar Faisal.

Ia mengungkapkan, program keempat, yaitu meningkatkan akses dan modal usaha, sehingga perempuan memiliki peluang untuk berusaha, seperti berjualan di rumah, tanpa harus meninggalkan anak-anaknya.

"Terakhir adalah membangun ruang publik yang ramah perempuan, misalnya pusat penitipan anak di kantor, stasiun, terminal atau tempat-tempat umum lainnya," ungkapnya.

Dalam sambutannya, Faisal berkomitmen untuk menjadikan perempuan sebagai subjek dalam pembangunan dan lebih mengintegrasikan peran perempuan.

Forum interaksi antara perempuan dengan Cagub dan Cawagub yang bertema "Rembug Suara Perempuan" tersebut diselenggarakan bertepatan dengan masa kampanye Pilkada DKI Jakarta Periode 2012-2017 oleh Solidaritas Perempuan.

Solidaritas Perempuan mengundang seluruh Cagub dan Cawagub, namun sayangnya yang hadir hanya Cagub Faisal Basri, Cawagub pasangan Hendardji Soepandji, Ahmad Riza Patria dan Tim Sukses Pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, Kurniasih Mufidayati.
(R027/Z002)