Sabtu, 1 November 2014

Federer capai rekor final Wimbledon kedelapan kali

| 4.851 Views
id Roger Federer, wimbledon terbuka
Federer capai rekor final Wimbledon kedelapan kali
Petenis Swiss Roger Federer. (REUTERS/Fadi Al-Assaad)
Saya gembira. Saya bermain pertandingan bagus hari ini. Novak juga bermain bagus pada dua set pertama, tapi set ketiga merupakan kuncinya,"
London (ANTARA News) - Juara enam kali Roger Federer mencapai rekor final Wimbledon kedelapan kali, Jumat, saat dia mengalahkan petenis nomor satu dunia dan juara bertahan Novak Djokovic 6-3, 3-6, 6-4, 6-3.

Pada pertemuan ke-27 kedua petenis tersebut, tapi merupakan yang pertama di lapangan rumput, Federer membukukan tempatnya di final putra turnamen Grand Slam dia yang ke-24, di mana dia akan menghadapi pemenang pertandingan antara Andy Murray dan Jo-Wilfried Tsonga.

Kemenangan pada final yang akan digelar hari Minggu (8/7) nanti akan membuat petenis berusia 30 tahun itu menyamai rekor tujuh gelar Wimbledon yang disandang Pete Sampras, dan juga membuat dia akan merebut kembali posisi nomor satu dunia dan merebut gelar turnamen Grand Slam dia yang ke-17.

Djokovic, yang sebelumnya sedang mengincar mencapai final Grand Slam kelima secara beruntun, sebelumnya sudah mengalahkan Federer enam kali dalam tujuh pertemuan terakhir mereka.

Tapi Federer, yang sedang bermain dalam rekor semifinal turnamen utama yang ke-32 dia, tidak bisa dicegah untuk mengubur kekecewaan tersingkir pada perempat final dalam dua tahun terakhir.

Dia juga mencatat rekor kemenangan semifinal-nya menjadi delapan kemenangan dari delapan penampilan semifinal di All England Club.

"Saya gembira. Saya bermain pertandingan bagus hari ini. Novak juga bermain bagus pada dua set pertama, tapi set ketiga merupakan kuncinya," kata Federer.

"Saya kemudian meningkatkan permainan. Dia mendapat satu `break point` pada game kesembilan set ketiga. Ini pertandingan ketat."

Federer mengatakan dia senang bisa kembali tampil di final, setelah kalah di perempat final oleh Tomas Berdych pada 2010 dan Jo-Wilfried Tsonga pada tahun lalu.

"Suatu kejutan bagi beberapa orang saat saya dikalahkan Berdych, tapi tidak bagi saya. Mereka mengatakan "Bagaimana saya bisa bertahan di final Wimbledin tanpa Anda?"

"Saya pergi berlibur dan mempersiapkan diri untuk turnamen berikutnya."

Djokovic (25) mengaku dia kalah unggul dalam momen-momen penting. "Saya merasa level enerji saya turun pada awal set keempat. Saya bermain ceroboh pada dua game dan memiliki persentase yang rendah dalam servis pertama," kata petenis Serbia itu.

"Sulit untuk mendapatkan ritme dan kendali pertandingan dalam keadaan seperti itu."

"Dia lebih bagus pada momen-momen penting. Saya sudah memperkirakan dia akan berada di level teratasnya. Saya memperkirakan saya sendiri juga berada di level itu, tapi ternyata tidak."

Dengan pemain bintang kriket asal India Sachin Tendulkar dan penyanyi pop Kylie Minogue menyaksikan pertandingan itu tribun kerajaan, Federer menyuguhkan hiburan awal dengan menyelesaikan set pertama hanya dalam waktu 24 menit.

Djokovic, yang bangkit dari ketinggalan dua set untuk mengalahkan Federer pada semifinal AS Terbuka tahun lalu, bangkit pada set kedua, mencuri poin servis Federer dengan backhand tajam yang menusuk tepat di garis untuk unggul 2-0.

Pertandingan imbang 1-1 saat sang juara bertahan melepaskan "ace" kelima dalam pertandingan itu untuk merebut set kedua.

Kesalahan ganda yang dilakukan Djokovic kemudian memberi Federer "break point" pada game keenam set ketiga, yang mana bisa lolos setelah 23 reli tembakan.

Tukar menukar tembakan yang sengit, kali ini 26 tembakan, memberi Federer "break point" kedua, tapi pertahanan Djokovic yang tangguh membuat dia menyamakan kedudukan 3-3.

Tapi kemudian, Federer mengukir dua "set point" pada game ke-10 saat Djokovic gagal dalam sebuah tembakan di atas kepala.

Juara bertahan itu masih bisa lolos dari "set point" pertama, namun Federer berhasil pada yang kedua, dengan melepaskan smes ke lapangan kosong.

Federer dengan cepat dan nyaman berada dalam level tertingginya, memanfaatkan permainan servis liar Djokovic untuk mencuri poin dan unggul 2-0 pada set keempat.

Djokovic terus diserang dan berjuang keras menghadapi tiga "break point" untuk menahan pada kedudukan 2-4.

Tapi Federer akhirnya merebut kemenangannya pada game kesembilan pada "match point" pertamanya, saat pengembalian servis Djokovic mendarat di net, demikian AFP.
(I015/Z002) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga