Sabtu, 25 Oktober 2014

AMTI: RPP tembakau harus adil dan berimbang

| 2.468 Views
id petani tembakau, pertemuan se asia, Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia, wakil ketua AMTI, budidoyo
Regulasi yang adil dan berimbang artinya pemerintah harus mengakomodasi kepentingan seluruh pihak baik yang antirokok maupun industri penghasil tembakau,"
Jakarta (ANTARA News) - Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia mendukung langkah pemerintah menerapkan rancangan peraturan terkait pengendalian dampak tembakau, tetapi regulasinya harus adil dan berimbang.

"Regulasi yang adil dan berimbang artinya pemerintah harus mengakomodasi kepentingan seluruh pihak baik yang antirokok maupun industri penghasil tembakau," kata Wakil Ketua Umum Aliansi Masyarakat Anti Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo, di Jakarta, Jumat.

Budidoyo meminta semangat pemerintah membuat regulasi sebaiknya untuk mengatur, bukan untuk melarang dan menyengsarakan petani tembakau.

"Rancangan peraturan yang ada saat ini harus tetap membuat petani dan industri bisa menjalankan usaha dengan nyaman. Meski ada aturan, tetap bisa berusaha," kata dia.

Budidoyo juga meminta pemerintah agar dalam regulasinya tidak memaksa petani mengalihfungsikan lahan tembakaunya.

"Kalau ada aturan konversi, maka kita akan menolak habis-habisan. Oleh karena itu kita meminta pemerintah menginformasikan peraturan ini secara utuh, jangan sampai ketika aturan berjalan usaha petani mati," ujar dia.

Menurut dia, saat ini 2,5 juta petani tembakau di Indonesia mampu memanen 160.000 hingga 180.000 ton tembakau per tahun pada 230.000 hektare lahan. Hampir 90 persen alokasi produksi tembakau tersebut diberikan untuk rokok.


Alternatif

Dia mengatakan apabila pemerintah memiliki tawaran alternatif alokasi tembakau, maka AMTI akan mempertimbangkannya.

"Saya sepakat kalau ada alternatif produk lain yang bisa dihasilkan dari tembakau, karena posisi tawar petani akan lebih baik apabila mereka bisa menjual itu kepada usaha lain," kata dia.

Budidoyo mengatakan saat ini produksi tembakau juga digunakan untuk bahan kosmetik, namun belum secara massal, sehingga petani belum bisa mengambil alternatif tersebut.

Menurut dia, AMTI sebagai organisasi yang beranggotakan petani tembakau sangat peduli terhadap kehidupan petani. Dengan menanam tembakau tingkat kesejahteraan petani dapat terjamin.

"Melalui AMTI, kami selama ini ikut menyumbangkan saran dan masukan dalam proses penyusunan RPP ini. Jadi kami mendukung penuh pengesahannya, asalkan adil dan berimbang," kata dia.
(SDP-47/A011)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga