Kamis, 23 Oktober 2014

Pemkab giat pantau sembako jelang Ramadhan

| 2.160 Views
id kenaikan harga sembako, harga sembako, pemkab bangka barat, babel
Muntok, Bangka Barat (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, menggiatkan pemantauan persediaan dan harga sembako menjelang bulan puasa Ramadhan 1433 Hijriah.

"Kegiatan pemantauan sembako merupakan salah satu upaya menjaga ketersediaan stok kebutuhan pokok agar tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan warga menjelang hari raya," ujar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Bangka Barat, Abdullah Aidid di Muntok, Jumat.

Ia menjelaskan, jika sewaktu-waktu ditemukan kasus harga sembako terlalu tinggi, pihaknya akan segera menghubungi Disperindag Provinsi Babel untuk segera menggelar pasar murah dan kegiatan lain yang mampu menekan harga di pasaran.

Menurut dia, sampai saat ini belum ada temuan khasus harga barang terlalu tinggi, meskipun diakui ada beberapa harga yang sudah merangkak naik.

"Kami akan terus memantau harga sembako, selain itu kami juga melakukan pengawasan terhadap barang dagangan kadaluwarsa melalui petugas pemantau pasar agar tidak merugikan dan membahayakan konsumen," ujarnya.

Untuk barang kadaluwarsa, kata dia, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan ditempat, namun hanya sebatas mengingatkan para pedagang agar tidak menjual barang tidak layak tersebut.

"Penindakan merupakan kewenangan Pemprov melalui Badan POM dan dinas terkait lain, kami hanya sebatas imbauan, pembinaan," kata dia.

Menurut dia, selama ini pihaknya melakukan pembinaan kepada koperasi di seluruh Bangka Barat yang bergerak dalam bidang perdagangan sembako, petugas koperasi tersebut diharapkan menerapkan pola pembinaan yang sama kepada para pedagang disekitarnya.

Pola pembinaan seperti itu, menurut dia, dinilai masih efektif untuk memantau barang dagangan yang ada dipasaran sehingga tidak merugikan konsumen.

"Selama kami belum memiliki kewenangan penindakan, kami akan terus mencoba mengembangkan berbagai pola pembinaan kepada para pedagang agar mereka menaati peraturan perdagangan yang berlaku sehingga tidak timbul korban dari pihak konsumen," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan di Kota Muntok, untuk harga gula pasir saat ini sudah mengalami kenaikan harga dari Rp13 ribu menjadi Rp14 ribu per kilogram, sementara untuk harga kebutuhan lain masih normal seperti hari biasa.

Antoro (34) pedagang kelontong di Jalan Raya Peltim mengatakan, harga beras IR-64 bertahan Rp10 ribu per kilogram, minyak goreng Rp12 ribu per liter, mi instan Rp5 ribu per tiga bungkus, kopi Rp7 ribu per ons, telur ayam buras Rp17 ribu per kilogram, tepung terigu Rp8 ribu per kilogram.
(ANT)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga