Jumat, 22 Agustus 2014

"Rhythm de Pasion" Singapura pukau ribuan penonton KWF

Jumat, 6 Juli 2012 23:32 WIB | 4.403 Views
Karanganyar (ANTARA News) - Kelompok musik anak muda berasal dari Singapura, "Rhythm De Pasion" memukau ribuan penonton "Kretakencana Worldmusic Festival" (KWF) di bekas Pabrik Gula Colomadu, Kecamatan Colomadu Karanganyar, Jumat malam.

Kelompok anak muda sebanyak 11 personel yang terbentuk pada 2007 itu, pada penampilan dengan irama musik "Brazillian Afro" tersebut mampu memacu andrelin para penonton.

Pada setiap ketukannya dipadu sentuhan kontemporer yang disajikan sekelompok individu muda lebih "fungky", membuat para penonton lebih bersemangat dan berjoget mengikuti alunan yang indah.

Kelompok "Rhythm De Pasion" membawakan sekitar enam lagu Barat dengan vokal merdu Khin Ng memengaruhi penonton untuk ikut bergoyang mengikuti alunan irama ceria.

Beberapa penampilan kelompok musik "Rhythm De Pasion" antara lain pada "Youth Olympic Games" 2010 di Singapura, "The Rhythmic Chapter" Albun Launch, dan Singapura National Day Parade baik pada 2009 maupun 2010.

Khim Ng yang vokalis "Rhythm De Pasion" itu mengaku, bersama kelompoknya sangat bangga dapat tampil pada KWF di Kota Solo karena para penontonnya antusias menikmati dengan setia sajian musik kontemporer tersebut.

"Saya akan kembali ke kota ini untuk yang kedua kalinya. Kota ini, merupakan banyak seni budayanya," kata dara cantik berasal dari Singapura itu.

Setelah "Rhythm De Pasion" tampil, kemudian dilanjutkan seorang musisi muda berasal dari India, DR. Avijit Ghosh, yang menampilkan suara alunan alat musik Arod atau sejenis kecapi yang dikolaborasi dengan gendang.

Avijit Ghosh yang pernah mejuarai kompetisi musik di radio All India Kategore Instrumental Music 1996 itu menampilkan dua musik instrumental yang indah dengan diselingi dentuman gendang sehingga terasa indah di telinga penonton.

Pentas KWF pada hari ketiga tersebut juga dimeriahkan kolaborasi drum N Wind Jamal Mohamed berasal dari Amerikat Serikat dan Bahana Etnik berasal dari Pandang Panjang.

Alunan irama yang didominasi suara drum dan diselingi suara indah alat musik tiup, klarinet, pada penampilan itu menghipnotis penonton. Penonton tidak beranjak dari tempat duduknya.

Aliran nada-nada dalam festival tersebut diakhiri dengan improvisasi melodi dan chord bazz yang unik dan apik dari musisi kenamaan Balawan berasal dari Bali.

I Wayan Balawan yang memainkan alat musik gitar yang menonjol di dalam grup bandnya itu mewarnai irama jazz yang ditampilkan pada KWF.

Pada kesempatan itu I Wayan Balawan sebagai seorang gitaris mahir memainkan berbagai ragam gaya dalam bermusik dan menampilkan pertunjukan solo yang istimewa.

Festival tersebut juga menampilkan delegasi "lorong" budaya lokal di antaranya Hdrah berasal dari Kabuoaten Sragen, Thek-Thek (Karanganyar), dan Hudoq (Kalimantan Timur).

Menurut Ketua Umum KWF 2012 Bambang Sutejo, festival itu mampu menyedot ribuan penonton. Mereka memadati panggung pertunjukan bekas PG Colomadu yang memiliki nilai seni budaya.

"Para penonton kelihatan menikmati suguhan festival KWF, karena mereka tidak mau beranjak dari tempat duduknya sebelum penampilan semua delegasi selesai," katanya.

Seorang pengunjung festival berasal dari Solo, Gunawan, mengatakan, tata lampu KWF sangat luar biasa sehingga menghidupkan panggung menjadi kelihatan megah dan artistik.  (B018/M029)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca