Minggu, 21 Desember 2014

Mendag: resi gudang bisa jadi pengendali inflasi

| 2.502 Views
id sistem resi gudang, gita wiryawan
Mendag: resi gudang bisa jadi pengendali inflasi
Menteri Perdagangan Gita Wiryawan (FOTO ANTARA)
Pemerintah saat ini sedang merancang SRG sebagai salah satu instrumen pengendali inflasi di berbagai daerah di Indonesia."
Cianjur (ANTARA News) - Menteri Perdagangan Republik Indonesia Gita Wirjawan mengatakan sistem resi gudang (SRG) bisa menjadi instrumen dalam mengendalikan inflasi Indonesia.

"Pemerintah saat ini sedang merancang SRG sebagai salah satu instrumen pengendali inflasi di berbagai daerah di Indonesia," kata Gita dalam rilis berita yang diterima ANTARA saat kunjungan kerja Mendag ke gudang SRG di Cianjur, Jumat sore.

Mengingat harga komoditas pangan berpengaruh sebesar 60 persen terhadap tingkat inflasi nasional, Gita menjelaskan, pengembangan SRG di berbagai wilayah bisa mengendalikan ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan sehingga tingkat inflasi bisa tetap dijaga.

Menurut Mendag, SRG bermanfaat bagi petani sebagai upaya mendapatkan harga terbaik dengan menahan penjualan produk pada saat musim panen raya karena harga yang cenderung rendah.

"Dengan demikian lambat laun petani Usaha Kecil Menengah (UKM) tidak hanya sebagai petani produsen tetapi petani bisnis yang dapat memprediksi kapan harus menahan atau menjual hasil produksinya dengan harga terbaik dan keuntungan yang optimal," jelas Gita.

Dengan SRG tersebut dia juga berharap dapat memberdayakan perekonomian berbasis sektor riil.

Nantinya SRG tambah Gita dapat menjadi alternatif solusi pembiayaan sebagai pendanaan dan penjaminan kredit bagi kelompok tani dan UKM yang sering mendapat kendala pembiayaan karena sebelumnya tidak memiliki aset tetap sebagai agunan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas UU Nomor 9 Tahun 2006 Tentang Resi Gudang, Resi Gudang sebagai dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang dapat diperjualbelikan dan dijadikan agunan sepenuhnya tanpa dipersyaratkan adanya agunan lain sehingga petani UKM dapat memperoleh biaya dengan menjadikan SRG sebagai jaminan.

Gita berharap jika SRG telah membudaya di sejumlah sentra produksi di Indonesia maka pemerintah dapat memanfaatkannya untuk memantau stok bahan kebutuhan pokok nasional sekaligus menetapkan berbagai kebijakan maupun sarana pengendalian harga.

Sementara itu Kepala Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Syahrul R. Sempurnajaya mengatakan Bappebti telah melakukan upaya strategis untuk mempercepat pelaksanaan SRG.

Upaya tersebut antara lain melakukan kerjasama dengan 14 pemerintah di daerah guna membangun gudang flat di 14 kabupaten di 11 provinsi dengan total kapasitas 21 ribu ton.

Selain itu, Bappebti telah membangun 41 gudang SRG di 34 kabupaten di 10 provinsi serta mendirikan 11 gudang flat di 11 kabupaten.

Kemudian lembaga tersebut juga melengkapi gudang dengan mesin pengering serta kelengkapannya yang berupa alat uji mutu gabah dan komputer.

"Hingga saat ini resi gudang yang telah diterbitkan sebanyak 536 resi dengan komoditi yang disimpan di gudang sebanyak 19.611 ton," kata Syahrul.

Sedangkan total resi gudang yang dijaminkan ke bank sebanyak 412 resi dengan jumlah pembiayaan mencapai Rp48,17 miliar. (B019)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga