Jumat, 19 September 2014

Israel tolak penyelidikan soal permukiman di daerah pendudukan

Sabtu, 7 Juli 2012 10:06 WIB | 2.271 Views
Jerusalem (ANTARA News/Xinhua-OANA) - Israel menyatakan takkan bekerja sama dengan misi pencari fakta Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) untuk menyelidiki kegiatan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur dan Tepi Barat Sungia Jordan, pada Jumat (6/7)

Dewan yang berpusat di Jenewa tersebut menunjuk tiga hakim internasional untuk misi itu pada Jumat. Namun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor mengatakan misi tersebut takkan mendapatkan kerja sama di Israel dan anggotanya takkan diperkenankan memasuki Israel.

"Kehadirannya berisi penyimpangan yang melekat yang menjadi ciri khas UNHRC mengenai agenda penting hak asasi manusia oleh negara yang tidak demokratis," kata Palmor.

Presiden UNHRC Laura Dupuy Lasserre, Jumat (6/7), menyeru Israel agar "tidak menghalangi proses penyelidikan dan bekerja sama secara penuh dengan misi tersebut", demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA News di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan ia menunjuk "tiga orang yang sangat terhormat untuk melaksanakan misi pencari fakta Dewan itu guna menyelidiki implikasi dari permukiman Yahudi atas hak sipil, politik, ekonomi, sosial dan budaya rakyat Palestina di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Jerusalem Timur".

Lasserre berbicara kepada Dewan tersebut mengenai penyelidikan permukiman saat Dewan itu menyelesaikan sidang ke-20 di Jenewa. Dewan tersebut telah memerintahkan penyelidikan itu dalam sidang ke-19-nya pada Maret. Israel saat itu menyatakan Tel Aviv tak berencana bekerja sama dengan penyelidikan tersebut dan memutuskan hubungan dengan Dewan itu sebagai protes.

Israel dan Palestina belum melanjutkan perundingan langsung sejak pembicaraan macet pada September 2010, setelah negara Yahudi menolak untuk memperpanjang pembekuan mengenai kegiatan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki.

(C003)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga