Sabtu, 30 Agustus 2014

Kemendag akan giatkan Sistem Resi Gudang

Sabtu, 7 Juli 2012 06:14 WIB | 3.351 Views
Kemendag akan giatkan Sistem Resi Gudang
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. (FOTO ANTARA/REUTERS/Chaiwat Subprasom)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Perdagangan akan mengeluarkan kebijakan untuk menggiatkan sistem resi gudang (SRG) bagi masyarakat tani di Indonesia.

"Kami akan mencari jalan keluar untuk berikan ruang lebih banyak, kalau perlu insentif, tapi ini masih perlu ditelaah cukup dalam," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan saat kunjungan kerja ke gudang SRG di Cianjur, Jawa Barat, Jumat (6/7).

Untuk pengeringan di gudang SRG, menurut dia, petani harus membayar Rp75 per kilogram gabah.

Dia menjelaskan, kementerian akan memikirkan bagaimana mengurangi biaya tersebut, sehingga petani tidak menjualnya kepada tengkulak yang merugikan usaha.

"Untuk insentif belum konkrit, tapi tentunya bagaimana kami bisa turunkan biaya pengeringan untuk gabah terkait di gudang ini. Kalau bisa diturunkan akan mendukung peningkatan persediaan di gudang SRG," katanya.

Mendag mengatakan, pihaknya akan mendiskusikan insentif itu dengan sejumlah kementerian terkait, sehingga diharapkan ada keputusan dalam waktu dekat.

Kendala kedua, menurut Gita, adalah masalah jarak dan transportasi para petani ke gudang SRG.

Dia menjelaskan, jalan keluarnya sedang dipertimbangakan apakah dengan pengadaan sejumlah truk untuk menjemput gabah hasil panen ke gudang SRG atau menjajaki kerja sama dengan gudang lain yang lebih dekat ke sawah.

Sementara itu, Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) akan menggiatkan SRG melalui kerja sama dengan pemerintah daerah membangun gudang "flat" di 14 kabupaten di 11 provinsi dengan total kapasitas 21 ribu ton.

Saat ini, Bappebti telah membangun 41 gudang SRG di 34 kabupaten di 10 provinsi serta mendirikan 11 gudang "flat" di 11 kabupaten.

Badan tersebut juga melengkapi gudang dengan mesin pengering serta kelengkapannya yang berupa alat uji mutu gabah dan komputer.

Hingga saat ini, sebanyak 536 resi gudang telah diterbitkan dengan komoditas yang disimpan di gudang SRG sebanyak 19.611 ton.

Sedangkan, total resi gudang yang menjadi jaminan ke bank sebanyak 412 resi dengan jumlah pembiayaan mencapai Rp48,17 miliar.

Menurut Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas UU Nomor 9 Tahun 2006 Tentang Resi Gudang, Resi Gudang sebagai dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang dapat diperjualbelikan dan dijadikan agunan sepenuhnya tanpa dipersyaratkan adanya agunan lain sehingga petani UKM dapat memperoleh biaya dengan menjadikan SRG sebagai jaminan.

(B019/K007)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga