Kamis, 21 Agustus 2014

Fragmen tari "Sita Obong" memukau wisatawan

Sabtu, 7 Juli 2012 18:43 WIB | 3.203 Views
Denpasar (ANTARA News) - Tim kesenian Daerah Istimewa Yogyakarta pentas di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-34 di Taman Budaya di Denpasar, Sabtu sore mampu memukau pengunjung dan wisatawan asing yang berlibur di Pulau Dewata.

Pementasan kesenian oleh Sanggar Tari Wiroga Apulan, Yogyakarta, membawakan gending khas Jawa Tengah dan fragmen tari yang berjudul "Sita Obong".

Tarian ini diambil dari cerita Ramayana yang mengisahkan perjalanan Rama dan Sita (Sinta) saat mengembara di tengah hutan.

Pimpinan Sanggar Tari Wiroga Apulan, Yogyakarta Tri Nardono M.Hum. mengatakan bahwa sanggar tari tersebut didirikan pada tahun 2001.

"Sanggar ini telah berdiri 11 tahun lalu. Untuk persiapan ikut pentas di PKB hanya memerlukan waktu tiga pekan," kata Nardono yang juga dosen ISI Yogyakarta itu.

Pada pementasan pertama kali di PKB ini didukung seniman tari sebanyak 11 orang dan 10 orang penabuh gamelan.

"Kami bangga dapat pentas di ajang seni budaya tahunan ini. Kami terus berupaya melestarikan kesenian daerah, khususnya kesenian Yogyakarta. Kami sudah melakukan pementasan di beberapa kota, di antaranya DKI Jakarta (TMII), Padang (Sumatera Barat), dan Bali," katanya.

Alkisah dalam perjalanan tersebut, Sita diculik oleh Rahwana yang bermaksud untuk dijadikan istri. Namun, sang Rama tidak menerima perlakukan dari Rahwana tersebut.

Kecintaan dari Sita terhadap Rama tetap bertahan meski Rahwana berupaya menggoda agar mau dipersunting jadi istri. Saat di istananya Rahwana, Sita ditemani oleh Jatayu, yang tak lain adalah adik dari Rahwana.

Namun, Jatayu perilakunya terus membantu dan menemani Sita, saat ditawan oleh kakaknya Rahwana. Akan tetapi, perilaku Jatayu lebih berpihak kepada Sita.

Dalam perjalanan tersebut datanglah Anoman untuk menolong dan mengajak Sita kembali pada Rama.

Singkat cerita perjalanan Anoman dan Sita sudah sampai di hadapan Rama. Namun, sang Rama tidak menerima begitu saja kehadiran Sita. Maka, dibuatkanlah "Obong" atau bara api untuk digunakan menguji kesetiaan dan kesucian dari Sita tersebut.

Meskipun Sita menceburkan diri ke dalam "obong" (bara api), dia tidak terbakar, bahkan tetap seperti semula.

Dengan pengujian tersebut, sang Rama akhirnya menerima Sita walaupun sempat diculik oleh Rahwana. Namun, mereka mampu mempertahankan kesucian dirinya (perawan).
(I020/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca