Sabtu, 1 November 2014

Euro jatuh ke terendah dua tahun

| 3.069 Views
id mata uang euro, euro naik, perdagangan dunia
Washington (ANTARA News) - Kurs dolar naik dan euro jatuh lagi pada Jumat (Sabtu WIB), setelah data tenaga kerja AS untuk Juni menunjukkan ekonomi tidak menghasilkan lapangan pekerjaan yang diperlukan untuk menurunkan tingkat pengangguran tinggi.

Data mengatakan kepada investor bahwa Amerika Serikat terjebak dalam modus pertumbuhan rendah seluruh dunia, tetapi juga menimbulkan harapan bahwa pemerintah dan Federal Reserve akan menambah upaya untuk meningkatkan perekonomian.

Euro kehilangan lebih dari satu sen, jatuh menjadi 1,2287 dolar dibandingkan 1,2391 dolar, tingkat terendah euro terhadap dolar sejak 1 Juli 2010.

Departemen Tenaga Kerja AS, Jumat, melaporkan bahwa AS hanya menciptakan 80.000 pekerjaan baru pada bulan lalu dan rata-rata 75.000 per bulan pada kuartal kedua -- jauh dari apa yang dibutuhkan hanya untuk mempertahankan kenaikan pertumbuhan pasar tenaga kerja.

Angka menggemakan data lain yang menunjukkan bahwa pertumbuhan sudah lemah, melambat pada kuartal kedua.

"Data AS sekarang akan dalam fokus tajam selama bulan depan, karena penurunan lebih lanjut dalam indikator pasti akan membangun kasus untuk langkah-langkah stimulus baru dari Fed," kata pedagang ETX Capital, Ishaq Siddiqi.

Euro telah jatuh tajam pada Kamis setelah tiga bank sentral -- Bank Sentral China, Bank Sentral Eropa, dan Bank Sentral Inggris -- mengambil tindakan untuk membantu ekonomi masing-masing, tetapi hanya membantu menggarisbawahi kelemahan ekonomi dunia.

Pedagang berpikir tindakan ECB tidak cukup jauh untuk mengatasi penyakit zona euro.

"Mungkin pasar berpikir kebijakan moneter non-konvensional adalah menjadi semakin tidak efektif dan bahwa masalah `jebakan likuiditas` belum diselesaikan," kata ekonom Neil MacKinnon pada VTB Capital.

Yen terus menguat, setelah Ketua IMF Christine Lagarde di Tokyo pada Jumat pagi mengakui bahwa mata uang itu "cukup overvalued ".

Perdana Menteri Yoshihiko Noda telah mengeluh kepada Lagarde bahwa ekonomi Jepang "menderita serius, efek samping" atas penguatan mata uang itu.

Euro diperdagangkan pada 97,83 yen pada akhir Jumat dibandingka 99,00 yen, dan dolar di 79,62 yen dari 79,88 yen pada Kamis.

Pound Inggris jatuh lagi terhadap dolar, menjadi 1,5485 dolar dari 1,5525 dolar.

Dolar dibeli 0,9771 franc Swiss, dibandingkan 0,9692 franc sehari sebelumnya, demikian AFP.
(A026)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga