Jumat, 24 Oktober 2014

Myanmar bebaskan mahasiswa yang ditahan

| 3.212 Views
id pembebasan mahasiswa myanmar,
Empat orang yang ditahan di Yangon dibebaskan dan kami mendapat informasi bahwa yang lainnya di negara itu juga dibebaskan."
Yangon (ANTARA News) - Myanmar pada Sabtu membebaskan para pemimpin mahasiswa yang ditahan, dalam tindakan terbesar negara itu terhadap para pembangkang sejak kekuasaan militer berakhir tahun lalu.

Semua sekitar 20 orang yang ditahan menjelang ulang tahun ke-50 penindasan kejam terhadap satu gerakan mahasiswa dibebaskan Sabtu, setelah ada kekhawatiran pihak berwenang melakukan langkah mundur dari reformasi-reformasi sementara, lapor AFP.

"Para pemimpin mahasiswa yang ditahan semuanya dibebaskan sejam lalu," kata seorang pejabat pemerintah.

Tindakan itu dikonformasikan oleh para aktivis terkemuka di Yangon.

"Empat orang yang ditahan di Yangon dibebaskan dan kami mendapat informasi bahwa yang lainnya di negara itu juga dibebaskan," kata Zaw Min, seorang dari para mahasiswa pemrotes tahun 1988.

Pembebasan tahanan di negara itu menimbulkan kekhawatiran bagi reformasi yang goyah yang dilakukan oleh pemerintah spil Presiden Thein Shein.

Di bawah pemerintahnya Myanmar telah membebaskan sejumlah tahanan politik, menyelenggarakan pemilu sela, meliberalisasi sektor-sektor ekonomi negara itu dan melakukan tindakan bagi keterbukaan media setelah puluhan tahun dibawah kekuasaan otoriter.

Tidak ada penahanan maupun kehadiran polisi berpakaian sipil menghalangi sekitar 300 orang berkumpul di Yangon untuk memperingati tindakan keras berdarah tahun 1962 terhadap aksi mahasiswa di Universitas Yangon menentang kekuasaan militer.

Saat terjadi kemarahan atas penahanan itu, pemimpin mahasiswa Kywa Ko Ko menuduh pemerintah "berusaha kembali mundur" setelah sejumlah reformasi yang pekan ini mengizinkan partai oposisi yang dipimpin Aung San Suu Kyi menduduki kursi di parlemen.

Seorang pejabat pemerintah sebelumnya mengaku bahwa pihak berwenang "khawatir" dengan rencana mahasiswa melakukan peringatan itu terlebih setelah aksi kekerasan di Myanmar barat yang menimbulkan korban jiwa.

Peringatan ulang tahun itu menyangkut tindakan keras militer tahun 1962 terhadap mahasiawa yang melakukan aksi protes menentang kekuasaan militer di Universitas Yangon.

Pada hari setelah tindakan ksras tentara itu, gedung perhimpunan mahasiswa dihancur dengan menggunakan dinamit oleh junta sementara mahasisa yang cedera masih bersembunyi di dalamnya.

Acara-acara untuk mengenang peristiwa itu dilakukan secara sederhana karena khawatir memprovokasi militer.

Pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi, yang menurut rencana akan menghadiri sidang parlemen sebagai anggota parlemen terpilih Senin, mendesak berhati-hati menyangkut reformasi Myanmar da menyerukan pemerintah membebaskan mereka yang masih ditahan sejak era junta.

Pada Selasa Myanmar membebaskan 20 tahanan politik. (RN/Z002)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca